PONTIANAK POST - Anggota Komisi II DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya mengatakan, program padat karya di tengah efisiensi mesti tetap dilakukan. Selain mampu menyerap tenaga kerja, program ini juga mampu membuat perekonomian masyarakat akar tetap hidup.
“Saat ini memang tengah efisiensi. Jadi dalam setiap perencanaan programnya memang harus betul-betul dikaji. Kesemua itu agar program yang berjalan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Rino, Selasa (5/5).
Menurut Rino, program padat karya dengan melibatkan masyarakat di tengah efisiensi sekarang ini bisa menjadi salah satu cara untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat tingkat tapak.
Digambarkannya, ketika program padat karya seperti pengerjaan jalan lingkungan ataupun drainase dikerjakan dengan melibatkan masyarakat, maka mereka akan mendapatkan upah dari kerjanya.
Baca Juga: Pelatihan Dasar CPNS Tahap II Tahun 2026: Tanam Integritas Sejak Hari Pertama Masuk Kerja
Ketika upah itu diterima, maka hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan mereka. Seperti membeli sembako, biaya pendidikan anak atau bahkan membuka usaha kecil-kecilan di rumah. “Ini kan positif,” ungkapnya.
Diakuinya, untuk saat ini segala harga bangunan mengalami kenaikan. Imbasnya memang banyak. Mulai dari rupiah semakin melemah terhadap dolar, lalu harga-harga barang juga mengalami kenaikan. BBM naik. Sementara itu, upah kerja tidak mengalami kenaikan.
Di fase ini, dia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan keuangan sebetul-betulnya. Caranya utamakan kepentingan primer. Hindari hal-hal yang berbau konsumtif.
Kata dia, kondisi seperti ini terjadi tidak hanya di Indonesia saja. Namun negara di wilayah Asia Tenggara juga merasakan. Namun memang, paling terdampak di Indonesia. Terutama mata uang rupiah ini semakin melemah.
Oleh sebab itu, dia mendorong agar rencana program Pemkot Pontianak betul-betul berpihak kepada masyarakat tapak. Karena ketika kesemua program ini dapat dirasakan oleh masyarakat maka perputaran ekonominya pun dapat dirasakan sampai ke bawah.(iza)
Editor : Hanif