Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bebby Nailufa Minta Larangan Keluar Malam bagi Anak Diperkuat untuk Cegah Kenakalan Remaja

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:20 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.

PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan, masa depan generasi mendatang bukan ditentukan oleh zaman, tetapi kuncinya adalah cara mendidik dan membimbing mereka di hari ini.

“Di dunia pendidikan terdapat banyak kejadian yang membuat hati saya miris. Murid melawan guru, hingga melakukan pemukulan ke gurunya sendiri. Jika dibiarkan terus, ke depan mau digiring ke mana generasi ini,” ujar Bebby, Selasa (5/5).

Bebby membenarkan jika zaman terus melaju dengan perkembangannya. Meski zaman terus berkembang, namun adab dan karakter mesti dikedepankan. Dengan memiliki adab, maka bisa menjadi pegangan generasi saat ini sehingga mereka bisa menyelaraskan dengan perkembangan zaman.

Oleh sebab itu, harapannya pendidikan yang adaptif dan bermakna bukan hanya sekedar mengejar nilai. Tetapi paling penting adalah bagaimana membentuk cara berpikir, menanamkan karakter dan kemampuan mereka dalam hidup ke depan.

Baca Juga: DPRD Pontianak Dorong Program Padat Karya untuk Jaga Ekonomi Masyarakat di Tengah Efisiensi

Dalam upaya mewujudkannya, butuh kerja bersama. Orang tua jangan lantas menyerahkan semuanya kepada guru. Sebab orang tua menjadi ujung tombak dalam memproduksi generasi emas. “Dengan membimbing, mengawasi anak, maka ke depan mereka akan menjadi anak-anak teladan dan generasi emas,” ujarnya.

Dengan kondisi lingkungan dan kebijakan yang mendukung dalam hal ini pemerintah, sekolah dan masyarakat mesti satu arah dalam membina generasi muda.

Memang dibutuhkan komitmen bersama untuk membentuk generasi emas. Proses mendidiknya menjadi poin utama yang harus menjadi harga mati. Ketika semua bersinergi, dirasa untuk melahirkan anak berprestasi dan memiliki adab dan akhlak akan bisa diwujudkan.

Ketika semuanya sudah terealisasi maka akan semakin kecil peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah. Baik kejadian perkelahian, perundungan yang dilakukan sesama anak, atau bahkan anak melawan guru.

Bebby menambahkan, regulasi larangan keluar malam bagi anak juga harus terus dikuatkan. Jangan sampai aturan ini kendor. Oleh sebab itu, sosialisasi dan penegakan aturan ini juga harus dilakukan berkelanjutan.

Baca Juga: Pelatihan Dasar CPNS Tahap II Tahun 2026: Tanam Integritas Sejak Hari Pertama Masuk Kerja

“Kalau saat ini belum menyeluruh. Saya yakin, masih ada orang tua yang belum mengetahui regulasi ini,” tegasnya.(iza) 

Editor : Hanif
#keluar malam #larangan #anak #dprd pontianak #kenakalan remaja