PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pendidikan memegang peran strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menentukan masa depan bangsa. Ia menilai, tantangan zaman menuntut sistem pembelajaran yang lebih relevan dan adaptif.
“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Edi.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam untuk menciptakan proses belajar yang lebih kritis dan bermakna. Pendekatan tersebut diarahkan agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi mampu mengolah informasi secara komprehensif sesuai kebutuhan kehidupan nyata.
Baca Juga: Putusan Bebas Kasus Rudapaksa Anak di Pontianak, Keluarga Minta Pelaku Asli Segera Diungkap
Pemkot Pontianak, lanjut Edi, mendukung kebijakan strategis tersebut melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pemerataan akses pendidikan. Ia memastikan fasilitas sekolah dan kompetensi guru terus menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Kita ingin seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Secara nasional, pemerintah telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025 dan menyalurkan bantuan papan interaktif digital ke sekitar 288 ribu satuan pendidikan. Program tersebut juga diperkuat dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, sertifikasi, serta insentif bagi guru honorer.
Di Kota Pontianak, implementasi kebijakan tersebut telah berjalan sejak 2025, termasuk pemanfaatan papan interaktif digital di sejumlah sekolah untuk mendukung pembelajaran modern dan interaktif.
Selain aspek akademik, penguatan karakter siswa turut menjadi fokus melalui program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Pemerintah, kata Edi, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sekolah, keluarga, media, dan masyarakat.
“Melalui Hardiknas ini, kita ingin semua elemen bergerak bersama agar pendidikan bermutu benar-benar dirasakan seluruh anak bangsa,” tutupnya. (*/iza)
Editor : Hanif