PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat nilai ekspor Kalbar pada Maret 2026 mencapai USD161,08 juta atau naik 4,06 persen dibanding Februari 2026 yang sebesar USD154,79 juta. Sementara itu, nilai impor justru turun tajam sebesar 55,13 persen menjadi USD39,56 juta.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin mengatakan, peningkatan ekspor tersebut turut mendorong surplus neraca perdagangan Kalbar pada Maret 2026 menjadi USD121,52 juta.
“Nilai neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Maret 2026 surplus USD121,52 juta, sedangkan secara kumulatif Januari-Maret 2026 surplus USD278,76 juta,” kata Saichudin baru-baru ini.
Secara kumulatif, nilai ekspor Kalbar selama Januari-Maret 2026 mencapai USD467,22 juta. Meski mengalami kenaikan secara bulanan, capaian tersebut masih turun 11,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Komoditas ekspor Kalbar pada Maret 2026 masih didominasi golongan bahan kimia anorganik dengan kontribusi sebesar 61,16 persen atau senilai USD98,51 juta. Disusul lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 25,06 persen dan karet serta barang dari karet sebesar 4,57 persen.
Selain itu, BPS mencatat sepuluh golongan barang utama menyumbang hingga 98,93 persen terhadap total ekspor Kalbar pada Maret 2026. Dari sisi negara tujuan, Islandia menjadi tujuan ekspor terbesar Kalbar pada Maret 2026 dengan nilai mencapai USD32,41 juta. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar USD25,40 juta dan Mesir sebesar USD19,19 juta.
“Ketiga negara tersebut menyumbang total 47,80 persen dari keseluruhan ekspor Kalbar,” imbuh Saichudin.
Sementara itu, impor Kalbar pada Maret 2026 tercatat sebesar USD39,56 juta atau turun 55,13 persen dibanding Februari 2026. Meski demikian, secara kumulatif Januari-Maret 2026 nilai impor masih mengalami kenaikan 99,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Golongan barang impor terbesar berasal dari mesin-mesin/pesawat mekanik yang menyumbang 25,25 persen dari total impor Kalbar. Kemudian diikuti bahan bakar mineral sebesar 18,76 persen dan bahan kimia anorganik sebesar 16,66 persen.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Gandeng Golden Gate Education, Jajaki Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi SDM
Adapun negara pemasok impor terbesar ke Kalbar masih didominasi negara Asia. Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dengan kontribusi 53,24 persen, disusul Malaysia sebesar 30,13 persen dan Thailand sebesar 7,03 persen.
“Ketiganya menyumbang total nilai impor sebesar US$35,76 juta atau sekitar 90,40 persen dari total impor Kalbar,” pungkas Saichudin. (mse)
Editor : Hanif