Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cerita Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak: Guru dan Sekolah Ubah Jadwal demi Aila Bisa Berangkat Haji

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:32 WIB
Suasana belajar di kelas VI SD Swasta LKIA Pontianak menjelang ujian akhir sekolah. Di tengah persiapan akademik, salah satu siswinya, Aila Afifah, mendapat kesempatan mengikuti ujian lebih awal sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Suasana belajar di kelas VI SD Swasta LKIA Pontianak menjelang ujian akhir sekolah. Di tengah persiapan akademik, salah satu siswinya, Aila Afifah, mendapat kesempatan mengikuti ujian lebih awal sebelum berangkat ke Tanah Suci.

 

PONTIANAK POST – Di saat teman-teman seusianya sibuk mempersiapkan ujian akhir sekolah dasar, Aila Afifah justru menjalani dua persiapan besar sekaligus: ujian sekolah dan perjalanan menuju Tanah Suci.

Siswi kelas VI SD Swasta LKIA Pontianak itu kini tercatat sebagai calon jemaah haji termuda Indonesia tahun 2026. Namun di balik keberangkatannya ke Mekkah, ada peran besar para guru yang rela mengubah jadwal demi memastikan Aila tetap dapat menuntaskan pendidikan.

“Ya senang nanti bisa beribadah langsung ke Mekkah, melihat Ka’bah,” ucap Aila dengan wajah berbinar.

Hari-hari Aila belakangan terasa berbeda. Pagi hari ia berolahraga bersama ayahnya untuk mempersiapkan fisik menghadapi tawaf dan sa’i. Setelah itu, ia mengikuti manasik, salat berjemaah, mendengarkan ceramah agama, hingga menonton tayangan pelaksanaan ibadah haji.

Namun selepas semua persiapan ibadah itu, Aila tetap harus kembali membuka buku pelajaran. Ujian sekolah sudah di depan mata.

Kepala sekolah, Rachmad, mengaku awalnya pihak sekolah tidak menemukan kendala berarti karena jadwal keberangkatan haji berlangsung Mei 2026, sementara ujian akhir direncanakan selesai pada April.

Persoalan muncul setelah rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) memutuskan jadwal ujian akhir dimundurkan menjadi awal Mei.

Artinya, Aila terancam tidak bisa mengikuti ujian karena sudah berangkat ke Tanah Suci.

“TKA dilaksanakan pada rentang 20 sampai 30 April, sedangkan ujian akhir dimulai 4 Mei,” jelas Rachmad.

Situasi itu membuat pihak sekolah bergerak cepat. Rachmad berdiskusi dengan sejumlah kepala sekolah untuk mencari jalan keluar agar Aila tetap bisa menyelesaikan kewajiban akademiknya tanpa mengganggu proses penilaian sekolah.

Jika Aila mengikuti ujian susulan sepulang haji, sekolah harus menunggu sekitar 40 hari hingga proses ibadah selesai. Hal itu dinilai akan menghambat pengolahan nilai siswa lainnya.

Akhirnya diputuskan Aila menjalani ujian lebih awal menggunakan soal cadangan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Pelaksanaan ujian akhirnya dilakukan setelah TKA atau sebelum Aila berangkat,” katanya.

Bagi pihak sekolah, keputusan itu bukan sekadar solusi teknis, tetapi bentuk dukungan terhadap perjuangan seorang anak yang tengah mengejar cita-cita spiritualnya di usia sangat muda.

Ayah Aila, Ismail Umar, mengaku bersyukur sekolah memberi perhatian khusus kepada putrinya. Menurut dia, dukungan guru membuat Aila bisa menjalani dua tanggung jawab besar sekaligus.

“Alhamdulillah sekolah sangat membantu. Jadi Aila tetap bisa ujian sebelum berangkat,” ujarnya.

Keberangkatan Aila sendiri terjadi melalui proses pelimpahan porsi haji dari ibunya yang telah wafat. Ismail semula memperkirakan putrinya baru bisa berhaji saat dewasa.

Namun aturan baru Kementerian Haji dan Umrah membuka kesempatan bagi anak usia 12 tahun untuk berangkat melalui jalur ahli waris.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak, Muslimin, menjelaskan Aila merupakan jemaah termuda Indonesia tahun ini dan akan mendapat pendampingan khusus selama di Tanah Suci. Bahkan guru agamanya di sekolah tergabung dalam kloter yang sama.

“Usianya masih muda, tentu harus dibimbing dan didampingi. Sejauh ini tidak ada kendala dan Aila sangat bersemangat,” katanya.

Di balik kisah Aila menuju Mekkah, ada kerja sunyi para guru yang memastikan seorang anak tidak harus memilih antara pendidikan dan panggilan ibadah. (mrd)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#aila afifah #Haji 2026 #guru #ujian sekolah #pontianak