PONTIANAK POST – Kepulangan Josepha Alexandra atau Ocha bersama tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 (Smansa) Pontianak dari Jakarta mendapat sambutan hangat.
Mereka tiba di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5) sore.
Setibanya di bandara, Ocha dan tim disambut langsung oleh Ketua Ikatan Alumni (IKA) Smansa 1 Pontianak, Windy Prihastari.
Turut hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson.
Penyambutan berlangsung di ruang VIP Bandara Supadio.
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perhatian nasional yang diterima Ocha, dan tim usai mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, termasuk pertemuan dengan Wakil Presiden RI.
Sekda Kalbar, Harisson mengatakan, pihaknya memberikan semangat kepada para pelajar agar tetap memperjuangkan hak mereka.
Ia menekankan pentingnya menjaga rasa keadilan, khususnya bagi generasi muda.
“Saya memberikan semangat kepada mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Jangan sampai ada rasa ketidakadilan itu tertanam pada jiwa para pemuda kita,” ujarnya kepada Pontianak Post.
Harisson juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden RI, Ketua MPR RI dan jajaran, serta anggota DPR RI, maupun masyarakat Indonesia yang telah memberikan perhatian, dan dukungan kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak.
"Saya berterima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI, Ketua MPR RI dan seluruh anggota, maupun Pak Rifqinizamy, Ketua Komisi II DPR RI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada adik-adik kita,” ungkapnya.
Ia mengajak semua pihak untuk terus menjunjung nilai-nilai keadilan yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara.
“Mari kita terus bangun rasa keadilan yang memang sudah ditanamkan dan menjadi falsafah dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Terkait polemik hasil LCC Empat Pilar Kebangsaan, Harisson menyampaikan pandangannya agar tidak perlu dilakukan pertandingan ulang di daerah.
Ia justru menyarankan agar dua sekolah dari Kalbar langsung diikutsertakan pada babak final di tingkat nasional.
Menurutnya, SMAN 1 Pontianak, dan SMAN 1 Sambas layak mewakili Kalbar tanpa harus kembali dipertandingkan.
“Saya sebenarnya menyarankan agar baik SMAN 1 Sambas maupun SMAN 1 Pontianak dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti final di sana. Jadi tidak perlu kita mengulang lagi LCC ini di Pontianak,” tegasnya.
Ia menilai langkah tersebut lebih adil, mengingat polemik yang terjadi merupakan konsekuensi dari kekeliruan dalam proses penilaian sebelumnya. Dengan demikian, Kalbar tetap dapat diwakili oleh dua sekolah sekaligus di tingkat nasional.
"Ya ini konsekuensinya (dua sekolah wakili Kalbar) karena kesalahan dari juri," tutupnya.
Suasana penyambutan pun berlangsung hangat. Ocha dan rekan-rekannya tampak disambut dengan penuh kebanggaan, menjadi simbol dukungan terhadap pelajar berprestasi yang membawa nama daerah ke tingkat nasional. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro