Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kepsek Benarkan Surat yang Beredar: SMAN 1 Pontianak Resmi Mundur dari LCC Ulang

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:33 WIB
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5). Indang menegaskan sekolah tetap pada keputusan mundur dari tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 dan segera mengirim surat resmi ke MPR RI. (Idil Aqsa Akbary/Pontianak Post)
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5). Indang menegaskan sekolah tetap pada keputusan mundur dari tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 dan segera mengirim surat resmi ke MPR RI. (Idil Aqsa Akbary/Pontianak Post)

 

 

PONTIANAK POST – SMAN 1 Pontianak menegaskan sikap mundur dari tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026.

Pihak sekolah memastikan surat resmi akan segera dikirim langsung ke MPR RI setelah sebelumnya pernyataan mundur diunggah melalui media sosial resmi sekolah.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menyampaikan penegasan itu setibanya bersama rombongan siswa di VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (14/5) sore sepulang dari Jakarta.

“Kami sudah tayangkan surat pernyataan itu di media sosial, itu sudah resmi dari sekolah. Hanya saja nanti saya selaku kepala sekolah akan menyampaikan langsung ke MPR RI untuk surat aslinya,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Indang menjelaskan, dokumen yang sebelumnya beredar masih berupa pernyataan awal dan belum dilengkapi administrasi resmi sekolah seperti cap dan kop surat.

“Karena di situ kan kita belum ada cap, belum ada kop sekolah, dan sebagainya. Itu hanya pernyataan saja, kemudian nanti resminya akan kami layangkan ke MPR RI,” tegasnya.

Keputusan mundur tersebut muncul setelah MPR RI memutuskan final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat diulang menyusul polemik penilaian juri yang viral di media sosial. Dalam unggahan resmi sekolah, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang tersebut. 

Polemik itu memicu sorotan publik terhadap transparansi penilaian dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut. 

Selain membahas keputusan sekolah, Indang juga mengungkapkan kondisi psikologis para siswa setelah menjalani rangkaian kegiatan di Jakarta.

Menurutnya, siswa mendapat dukungan moral agar tetap semangat dan tidak larut dalam polemik.

“Kami waktu di Jakarta diberikan support, motivasi untuk anak-anak bahwa kita itu jangan patah semangat, tetap belajar dengan baik untuk meraih cita-cita anak kita ini, selanjutnya sebagai generasi Indonesia menuju Indonesia emas,” tuturnya.

Sepulang dari Jakarta, pihak sekolah meminta para siswa kembali fokus menjalani kegiatan belajar mengajar yang sempat tertunda selama persiapan kompetisi.

“Setelah kami pulang dari Jakarta, tentu anak-anak kami akan fokus semangat lagi, kembali ke sekolah untuk melanjutkan pembelajaran yang tertinggal selama persiapan LCC Empat Pilar ini,” tambahnya.

SMAN 1 Pontianak sendiri dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Barat dengan berbagai prestasi akademik dan non-akademik. Sekolah tersebut juga tercatat sebagai salah satu SMA favorit di Kota Pontianak. 

Tim LCC SMAN 1 Pontianak terdiri dari 10 pelajar, yakni Josepha Alexandra Roxa Potifera, Almira Khairunnisa, Kasandra Aurelia Subagio, Ahmad Zein Alaydrus, Louisa Nathania, Ansella Beyna Vebrianty, Khansa Reka Qatrunnada, Rajiq Maafi Sukandar, Naurah Widya Arfi, dan Zerlinda.

Nama-nama tersebut menjadi perhatian publik setelah video perdebatan peserta dan juri dalam final LCC Empat Pilar viral di media sosial dan menuai gelombang dukungan dari masyarakat. (bar)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lcc #surat #mundur #kepsek #SMA NEGERI 1 PONTIANAK