Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

IPSI Pontianak Kecam Dugaan Pencabulan oleh Oknum Perguruan Silat

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 17 Mei 2026 | 19:59 WIB
Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Marti
Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan

 

PONTIANAK POST – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pontianak mengecam keras dugaan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oknum dari perguruan silat di Kota Pontianak.

Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, menegaskan tindakan yang melanggar hukum dan norma kemanusiaan tidak bisa ditoleransi, terlebih jika korbannya anak di bawah umur.

“Sebagai Ketua IPSI Pontianak dan jajaran pengurus, kami sangat prihatin dan mengecam keras apabila benar terjadi tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur oleh oknum dari perguruan silat mana pun,” tegasnya dalam wawancara dengan media Pontianak Post, Minggu (17/5) malam.

Pencak Silat Disebut Wadah Pembinaan Karakter

Dede menegaskan pencak silat selama ini menjadi ruang pembinaan karakter, disiplin, dan akhlak generasi muda. Karena itu, dugaan tindak asusila dinilai mencederai nilai-nilai yang dijunjung dalam dunia pencak silat.

“Pencak silat adalah wadah pembinaan karakter, disiplin, dan akhlak. Tindakan yang melanggar hukum maupun norma kemanusiaan tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Ia memastikan IPSI menghormati proses hukum yang kini sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

IPSI juga meminta masyarakat tidak menggeneralisasi dugaan perbuatan oknum terhadap seluruh anggota maupun perguruan silat.

“Kami berharap masyarakat tidak menggeneralisasi perbuatan oknum terhadap seluruh perguruan silat, karena mayoritas insan pencak silat tetap menjunjung tinggi nilai moral, kehormatan, dan perlindungan terhadap anak,” katanya.

Pengawasan Perguruan Akan Diperketat

Sebagai langkah evaluasi, IPSI Pontianak akan mendorong seluruh perguruan silat memperketat pengawasan internal dan pembinaan etika di lingkungan latihan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan tempat latihan tetap aman bagi anggota, khususnya anak-anak dan perempuan.

“Ke depan, IPSI Pontianak akan mendorong seluruh perguruan untuk memperketat pengawasan internal, pembinaan etika, serta memastikan lingkungan latihan aman dan sehat bagi seluruh anggota,” ujar Dede.

Kasus Dilaporkan ke Polda Kalbar

Sebelumnya, dugaan tindak asusila tersebut telah dilaporkan ke Polda Kalimantan Barat dengan nomor laporan STPP/35/V/DITRES PPA DAN PPO tertanggal 13 Mei 2026.

Kasus dugaan pencabulan itu disebut terjadi di lingkungan organisasi bela diri di Kota Pontianak dengan korban seorang remaja perempuan berusia 15 tahun.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap laporan tersebut. (iza)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#PSHT Pontianak #dugaan pencabulan PSHT #IPSI Pontianak #pencabulan anak Pontianak #polda kalbar