PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan saat menghadiri Haul Akbar IV Persaudaraan Tokoh Madura Kalbar di Masjid Azzaitun, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (17/5).
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan pemimpin daerah harus menjadi perekat dan penyejuk bagi seluruh masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya di Kalbar.
“Kami ini harus menjadi lem. Lem perekat. Kami juga harus menjadi payung dan penyejuk bagi seluruh komponen masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Suasana acara berlangsung hangat ketika Krisantus menceritakan pengalamannya berpidato menggunakan bahasa Madura halus dalam kegiatan sebelumnya.
Baca Juga: DPRD Pontianak Desak Pemkot Segera Siapkan Blueprint Penanganan Banjir Jangka Panjang
Ia mengatakan pidatonya justru diterjemahkan oleh warga Dayak asli yang fasih berbahasa Madura halus.
“Ini artinya kita sudah menyatu. Belum tentu orang Madura bisa berbahasa Madura halus, tetapi orang Dayak justru bisa. Ini wujud kolaborasi,” katanya disambut tawa dan tepuk tangan masyarakat.
Krisantus juga berkelakar soal penampilannya saat mengenakan pakaian adat Madura lengkap dengan celurit.
“Saya ini lahir di Bangkalan, tapi Bangkalan ‘KW’, keturunan Sepauk Kabupaten Sintang,” candanya.
Menurutnya, keberagaman di Kalimantan Barat harus dijaga sebagai kekayaan daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.
Baca Juga: DPRD Kalbar Serahkan 18 Rekomendasi Strategis untuk Evaluasi Kinerja Pemprov 2025
Ia mengingatkan Kalbar memiliki 24 suku yang hidup berdampingan sehingga semangat saling menghormati dan hidup damai harus terus diperkuat.
Krisantus juga mengajak masyarakat tidak membesar-besarkan perbedaan karena seluruh manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. (mrd/r)
Editor : Hanif