Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wagub Kalbar Soroti SDM dan Hilirisasi SDA di PGD, Singgung PETI hingga Pelabuhan Kijing

Novantar Ramses Negara • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:12 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional PGD ke-40 di Rumah Radakng Pontianak. (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional PGD ke-40 di Rumah Radakng Pontianak. (ADPIM PEMPROV KALBAR)

 PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan hilirisasi sumber daya alam saat membuka Seminar Nasional Pekan Gawai Dayak ke-40 di Rumah Radakng Pontianak, Selasa (19/5).

Seminar bertema “Pemberdayaan Masyarakat Adat dalam Arus Globalisasi” itu dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, dan generasi muda Dayak.

Krisantus mengatakan masyarakat adat harus mampu meningkatkan daya saing melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di tengah derasnya arus globalisasi. “Kalau kita tidak memiliki daya, maka kita akan diperdaya,” tegasnya.

Ia menilai kualitas SDM menjadi senjata utama generasi muda menghadapi persaingan global, bukan lagi kekuatan fisik atau simbol budaya semata.

Baca Juga: Wagub Kalbar Ajak Masyarakat Dayak Perkuat Persaudaraan Lintas Negara di Pekan Gawai Dayak

“Senjata utama di era globalisasi ini bukan lagi mandau, tetapi kualitas SDM, pengetahuan, dan kompetensi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam di Kalbar yang dinilai belum memberi dampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menyinggung persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu hektare dan masih menjadi dilema bagi masyarakat.

Menurutnya, aktivitas PETI di satu sisi menjadi sumber penghidupan warga, namun di sisi lain memicu kerusakan lingkungan akibat belum adanya regulasi yang memadai.

Krisantus juga menyoroti Dana Bagi Hasil dari sektor sawit dan pertambangan yang dinilai belum optimal diterima Kalbar karena ekspor masih banyak dilakukan melalui pelabuhan luar daerah.

Baca Juga: Pemkab Mempawah Fokus Benahi TPA dan Tingkatkan Kapasitas SPAM Kijing Tahun 2026

Ia optimistis operasional penuh Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah dapat memperkuat ekonomi daerah dan mendorong hasil bumi Kalbar diekspor melalui pelabuhan sendiri.

“Kita ingin hasil bumi Kalbar diekspor melalui pelabuhan sendiri agar manfaat ekonominya kembali untuk masyarakat Kalbar,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pengerukan alur Sungai Kapuas yang menjadi jalur vital distribusi logistik dan kebutuhan masyarakat wilayah hulu.

Menutup sambutannya, Krisantus mengajak generasi muda Dayak menjaga persatuan dan menjadi pelopor pembangunan di Kalimantan Barat. (mse)

Editor : Hanif
#PGD ke-40 #seminar nasional #SDM #Wagub Kalbar #hilirisasi