PONTIANAK POST – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak Provinsi Kalimantan Barat ke-40 yang berlangsung di Rumah Radakng Kalbar, Rabu (20/5).
Kehadiran Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar, Jonny Pesta Simamora, menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.
Pekan Gawai Dayak tahun ini resmi dibuka Gubernur Kalimantan Barat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, hingga masyarakat dari berbagai wilayah. Kabupaten Ketapang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang digelar pada 20–24 Mei 2026 tersebut.
Baca Juga: Kemenkum RI Resmikan 2.025 Posbankum Papua, Kanwil Kemenkum Kalbar Ambil Inspirasi
Dalam sambutannya, panitia pelaksana menyampaikan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian, pengembangan, serta promosi seni dan budaya Dayak yang memiliki nilai luhur sebagai identitas daerah maupun nasional.
Selain memperkuat jati diri generasi muda, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan budaya Dayak ke tingkat internasional.
Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalimantan Barat menjelaskan, Gawai Dayak merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Dayak kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pekerjaan dan kehidupan selama setahun terakhir.
Momentum budaya itu juga dinilai penting untuk mempererat persaudaraan, menjaga nilai adat, sekaligus mempertahankan eksistensi budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Harmonisasi Raperda Izin Membuka Tanah Negara Kabupaten Sanggau
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional yang mewakili Ketua Dewan Adat Dayak menilai dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengakuan masyarakat hukum adat perlu terus diperkuat melalui regulasi yang memberikan perlindungan hukum secara optimal.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat mengatakan Pekan Gawai Dayak kini telah berkembang menjadi agenda budaya tahunan sekaligus masuk dalam kalender pariwisata budaya Kalimantan Barat. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan toleransi dalam keberagaman.
Hal senada disampaikan Gubernur Kalimantan Barat yang mengapresiasi pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-40 sebagai ruang kebersamaan lintas etnis di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekuatan daerah yang harus dirawat melalui semangat persatuan dan saling menghormati. Selain menjadi media pelestarian budaya, Gawai Dayak dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan plakat dan cenderamata kepada sejumlah tokoh serta pihak yang dinilai berkontribusi dalam penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak ke-40.
"Pekan Gawai Dayak merupakan momentum penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat. Kehadiran Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat menjadi bentuk komitmen kami untuk terus mendukung penguatan perlindungan masyarakat hukum adat melalui sinergi bersama pemerintah daerah, lembaga adat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar, Jonny Pesta Simamora.
“Budaya dan hukum adat merupakan bagian penting dalam pembangunan hukum nasional yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, kami siap memperkuat koordinasi dan mendukung upaya pengakuan serta perlindungan masyarakat hukum adat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Jonny Pesta Simamora. (*)
Editor : Miftahul Khair