Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pengamat Sebut Kalbar Punya Peluang Jadi Hub Logistik Global, Tapi Infrastruktur Jalan Jadi Tantangan

Novantar Ramses Negara • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:45 WIB
Pengamat Transportasi Intermoda Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie. (DOK PRIBADI)
Pengamat Transportasi Intermoda Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie. (DOK PRIBADI)

PONTIANAK POST – Pengamat Transportasi Intermoda Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie, mengatakan Kalimantan Barat memiliki peluang besar menjadi pusat penghubung transportasi darat, laut, dan udara di tingkat nasional hingga internasional karena didukung posisi geostrategis dan geopolitik yang sangat potensial.

Menurutnya, peluang tersebut harus diiringi percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi agar Kalbar mampu bersaing di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi global yang bergerak cepat.

“Kalbar memiliki peluang menjadi hub connecting transportation darat, laut, dan udara. Karena itu diperlukan percepatan pembenahan pembangunan transportasi yang saling terhubung dan terintegrasi,” ujar Usmulyani di Pontianak, Kamis (21/5). 

Baca Juga: Pemprov Kalbar Dorong ASDP Perkuat Konektivitas Transportasi Menuju Destinasi Wisata Daerah

Ia menjelaskan, sistem jaringan transportasi di Kalbar harus memiliki konektivitas yang baik mulai dari jalan kabupaten, provinsi hingga nasional. Selain keterhubungan akses, standar kekuatan jalan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan distribusi logistik berskala besar.

Menurut Syarif, jalan provinsi yang menjadi jalur distribusi menuju pelabuhan dan pusat logistik harus memiliki standar jalan kelas satu agar mampu menopang kendaraan kontainer bertonase besar.

“Kalau kendaraan kontainer dengan muatan penuh melintas di jalan yang tidak sesuai standar, maka jalan daerah akan cepat rusak. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Ia menilai keberadaan Pelabuhan Kijing menjadi aset strategis Kalbar dalam mendukung distribusi nasional maupun internasional. Pelabuhan tersebut berada di jalur perdagangan Asia Pasifik karena menghadap Laut Natuna.

Baca Juga: Transportasi Terintegrasi, Fondasi Pontianak Maju Humanis Berwawasan Lingkungan

Menurutnya, kapasitas Pelabuhan Kijing yang mampu disandari kapal besar dengan kapasitas puluhan ribu ton membuka peluang Kalbar menjadi pusat logistik nasional hingga internasional yang melayani pasar ekspor ke China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.

Syarif juga menilai rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur dapat menjadi peluang tambahan bagi Kalbar untuk berkembang sebagai jembatan perdagangan internasional di Pulau Kalimantan.

Namun demikian, ia menegaskan kerusakan infrastruktur jalan di Kalbar saat ini masih menjadi hambatan utama dalam memaksimalkan potensi tersebut.

“Maka harus ada terobosan berpikir dari pemerintah pusat dan daerah, baik legislatif maupun eksekutif, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur terutama jalan dari dan menuju Pelabuhan Kijing,” ujarnya.

Selain sektor laut, ia juga menyoroti potensi ruang udara Kalbar yang dinilai sangat strategis karena dilintasi banyak penerbangan internasional. Menurutnya, kondisi itu dapat menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola lebih optimal.

Sementara itu, keberadaan Bandar Udara Internasional Supadio yang telah berstatus airport of entry dan bandara internasional dinilai dapat membuka peluang investasi langsung dari luar negeri ke Kalimantan Barat.

Baca Juga: Terminal Kijing Catat Lonjakan Kargo 3,59 Juta Ton, Aktivitas Logistik Kalbar Terus Menguat

Ia juga mendorong penguatan sektor hilirisasi agar komoditas unggulan Kalbar, seperti sawit dan hasil tambang, tidak lagi dikirim dalam bentuk bahan mentah.

“Kalbar harus memiliki industri pengolahan sehingga produk yang dikirim keluar daerah maupun luar negeri sudah dalam bentuk jadi, bukan raw material,” katanya.

Menurut Syarif, seluruh peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah pusat dan daerah memiliki kesamaan visi untuk bergerak bersama memajukan Kalimantan Barat melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas transportasi. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#hub logistik global #transportasi kalbar #pelabuhan