PONTIANAK POST - Jelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kondisi kesehatan enam jemaah haji Kalimantan Barat menurun, bahkan satu diantaranya mesti dirawat di Rumah Sakit.
"Lima jemaah dirawat di hotel, satu orang dirujuk RS. Alsaedy Jumum. Mereka yang sakit ini sudah punya riwayat penyakit," ucap Kamaludin, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamis (21/5).
Rangkaian ibadah haji akan memasuki tahapan Armuzna, fase paling krusial dalam rangkaian puncak ibadah haji yang mencakup perjalanan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga: Baru Tiba 999 Dus, Air Zamzam Jemaah Haji Kalbar Datang Bertahap, Distribusi Mulai Dilakukan
Dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1447 H. Pada hari tersebut, jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah untuk menjalani wukuf.
"Pelaksanaan wukuf di Arafah pada tahun 2026 jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026, sekarang sudah H-5, jemaah diminta untuk fokus mempersiapkan diri melaksakan ibadah puncak haji. Siap fisik dan ilmu, fisik sehat ibadah lancar dan dapat menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji sehingga memperoleh haji mabrur," katanya mengingatkan.
Kamaludin telah berkoordinasi dengan petugas haji agar mengingatkan jemaah untuk melakukan penyesuaian aktivitas ibadah menjelang puncak haji.
"Jemaah Kalbar secara umum sehat, petugas juga kami harap untuk selalu mengingatkan jemaah untuk tidak melaksanakan aktifitas berlebihan," ungkapnya.
Baca Juga: Kloter 18 Resmi Tuntaskan Seluruh Pemberangkatan Jemaah Haji Kalbar Tahun 2026
Pasalnya, layanan bus selawat yang selama ini mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram akan dihentikan sementara.
"Mulai Jumat tanggal 22 Mei fasilitas bus selawat juga sudah tidak disediakan, agar jemaah tetap berada di hotel dan menjaga kondisi fisik tetap sehat," pungkas Kamaludin. (mrd)
Editor : Miftahul Khair