PONTIANAK POST - Pelaksana harian Kepala Badan Keuangan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak Mahardika Sari mengatakan digitalisasi dalam konteks optimalisasi PAD harus dilaksanakan dengan pola sistem yang terintegrasi. Hal ini tidak hanya memudahkan WP dalam mengakses dan membayar dan memperoleh bukti lunas di waktu yang sama (realtime), melainkan bentuk upaya perwujudan akuntabilitas dalam pengelolaan PAD. Pajak Daerah dengan mengedepankan implementasi local taxing power dari pemanfaatan digitalisasi.
“Pemerintah Kota Pontianak melalui Bapenda terus melakukan upaya dalam memudahkan Wajib Pajak melakukan kewajiban perpajakan. Salah satu terobosannya melalui optimalisasi pajak dengan memanfaatkan integrasi pelayanan pajak melalui digitalisasi sistem yang terintegrasi ,” ujar Mahardika Sari, Rabu (20/5).
Dengan mengedepankan system yang terintegrasi data yang tersedia secara realtime akan terupdate dan terus bertambah dengan adanya pendataan digital dan sinkronisasi kegiatan pengawasan dan penindakan di tambah lagi dengan terintegrasinya e-ponti dengan kring pengawasan (WA Pengawasan).
Melalui digitalisasi pajak, transformasi administrasi terpusat. Yaitu dengan memindahkan seluruh loket Bapenda ke layar ponsel Wajib Pajak dengan fitur self assessment yang jujur, pelaporan SPTPD elektronik hingga pengunduhan bukti bayar e-SSPD sampai dengan validasi BPHTB yang bertanda tangan sertifikat elektronik oleh WP dimanapun dan kapanpun.
Baca Juga: Harkitnas Bukan Sekadar Upacara, Generasi Muda Diminta Hidupkan Semangat Perjuangan Bangsa
Kesemuanya kata dia ada di e-Ponti yaitu satu sistem untuk seluruh kontribusi karena sudah terintegrasi secara realtime dengan e- commerce dan perbankan.
Bentuk optimalisasi Sistem yang terintegrasi ini terus bertransformasi untuk mendukung peningkatan pendapatan dan keuangan daerah. Antara lain sinkronisasi pengawasan Bersama dengan POLPP, PPAT, instansi vertikal lain bahkan bendahara pemerintah dalam melakukan pemotongan pajak daerah langsung, serta dapat memudahkan warga membayar kapan saja dengan menggunakan Qris dinamis Bank Kalbar dan Perbankan.
BCA. e-PONTI merupakan wujud nyata system pendapatan yang terus berelaborasi dan bertrasnformasi yang diharapkan nantinya menjadi system yang melibatkan “partisasi”secara online lebih banyak lagi.(iza)
Editor : Hanif