PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan meminta finalis Bujang Dara Gawai ke-40 Kalbar memiliki kemampuan komunikasi internasional agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pesan itu disampaikan Krisantus saat membuka Grand Final Bujang Dara Gawai ke-40 Kalbar di Rumah Radakng, Pontianak, Sabtu malam (23/5).
Menurutnya, ajang Bujang Dara Gawai tidak cukup hanya menampilkan ketampanan dan kecantikan, tetapi juga harus melahirkan generasi muda Dayak yang cerdas, berwawasan luas, dan menguasai bahasa asing.
“Kita harapkan mereka memiliki pengetahuan umum, kemampuan bahasa, pemahaman budaya, sosial politik, pendidikan, dan wawasan lainnya yang mumpuni,” ujarnya.
Baca Juga: Ritual Makan Beradat PGD ke-40, Krisantus Terima Gelar Adat Dayak
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, Krisantus menilai generasi muda Dayak harus mampu beradaptasi dan percaya diri tampil di tingkat internasional.
Ia bahkan meminta dewan juri mulai menggunakan bahasa Inggris saat sesi tanya jawab sebagai upaya meningkatkan kualitas peserta.
“Saya ingin Bujang dan Dara Gawai bisa ekspansi secara nasional maupun internasional tanpa perlu penerjemah,” tegasnya.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati Rumah Radakng, Krisantus juga mendorong putra-putri Dayak terus berkarya dan berani bersaing di berbagai ajang nasional.
Ia berharap para pemenang nantinya dapat mewakili Kalimantan Barat dalam kompetisi nasional hingga internasional seperti Puteri Indonesia maupun Miss Indonesia.
Menurut Krisantus, pemilihan Bujang Dara Gawai harus menjadi ruang pembuktian bahwa generasi muda Dayak memiliki kecerdasan, karakter, dan kemampuan intelektual yang kuat.
“Malam ini harus dibuktikan bahwa Dayak itu pintar, cerdas, dan mampu berkomunikasi secara internasional,” pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif