Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

ASN Muda Kalbar Didorong Jadi Agen Perubahan Pelayanan Publik dan Birokrasi Modern

Idil Aqsa Akbary • Senin, 25 Mei 2026 | 16:52 WIB
Seminar ASN Young Generation Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar untuk Pelayanan Publik Berkualitas Tahun 2026, Sabtu (23/5). (ISTIMEWA)
Seminar ASN Young Generation Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar untuk Pelayanan Publik Berkualitas Tahun 2026, Sabtu (23/5). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di provinsi ini menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan birokrasi.

Hal itu disampaikan Harisson saat membuka Seminar ASN Young Generation Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar untuk Pelayanan Publik Berkualitas Tahun 2026 di Aula Bhinneka Tunggal IkaKantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (23/5).

Menurut Harisson, ASN muda merupakan wajah baru birokrasi Indonesia yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa depan. ASN muda dinilai memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk berinovasi.

“ASN muda hari ini adalah generasi yang memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk berinovasi. Saudara-saudara sekalian adalah generasi yang akan menentukan wajah pelayanan publik di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga: Hore! ASN hingga TNI-Polri Bakal Dapat Bantuan Beras 10 Kilogram per Bulan, Bulog Siapkan Konsep Penyaluran

Ia menegaskan pengembangan kapasitas ASN muda bukan sekadar kebutuhan organisasi, tetapi investasi strategis bagi kemajuan daerahdan bangsa. Terlebih masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, ramah, dan mampu memberikan solusi nyata.

Karena itu, pola pelayanan birokrasi harus berubah mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. ASN, kata dia, tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi semata.

“ASN tidak boleh hanya bekerja sebatas menggugurkan kewajiban administratif. ASN harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Kuasai Teknologi Digital

Harisson juga menekankan pentingnya membangun karakter ASN muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritasdan kepedulian sosial. ASN muda diharapkan kreatif, kolaboratif, menguasai teknologi digital, memiliki komunikasi yang baik, dan sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia pun mengajak ASN muda agar tidak takut menjadi pembawa perubahan di lingkungan birokrasi. “Birokrasi hari ini membutuhkan anak-anak muda yang berani menghadirkan gagasan baru, berani memperbaiki sistem, dan berani keluar dari zona nyaman demi pelayanan publik yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar dan DJKI Perkuat Edukasi Kekayaan Intelektual bagi UMKM di Pontianak

Tantangan Birokrasi Modern

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan DaerahKemendagriAgus Fatoni menilai kegiatan pengembangan kapasitas ASN muda sangat penting untuk membentuk aparatur yang berkualitasdan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

Menurutnya, ASN muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki karakter dan kepribadian yang baik. “ASN muda harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan moral. Itu semua menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Fatoni juga mendorong terciptanya iklim kerja yang sehat di lingkungan birokrasi melalui kompetisi yang positif dan saling mendukung antar sesama ASN. Ia menambahkan pengembangan SDM ASN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPSDM, tetapi juga seluruh perangkat daerah.

“Kegiatan seperti ini seharusnya bukan hanya dilakukan oleh BPSDM, tetapi juga bisa dilakukan di internal OPD melalui pelatihan maupun menghadirkan narasumber dan para ahli,” katanya.

Mindset ASN Harus Berubah

Di tempat yang sama, Kepala BPSDM, Kalbar Windy Prihastari mengatakan ASN muda Kalbar memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik. Karena itu, ASN muda perlu terus diberikan motivasidan pembinaan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

Baca Juga: Raperda Pemajuan Kebudayaan Pontianak Dibahas, Kemenkum Kalbar Tekankan Perlindungan Kearifan Lokal

Ia menambahkan, selain kompetensi, karakterdan integritas menjadi fondasi utama bagi seorang ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mindset ASN harus berubah, dari mindset dilayani menjadi mindset melayani masyarakat,” tegasnya.

Sebelum seminar dimulai, Sekda Kalbar bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Kepala BPSDM KalbarWindy Prihastari, serta Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi menyerahkan santunan ASN Kalbar Peduli kepada anak yatim piatu. (bar)

Editor : Hanif
#Birokrasi #kalbar #pelayanan publik #asn #inovatif