PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya membangun kemandirian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Dayak saat menutup Pekan Gawai Dayak (PGD) Naik Dango ke-19 di Rumah Ramin Bantang Nek Riu, Kabupaten Sambas, Minggu (24/5).
Krisantus menyoroti pentingnya memperkuat harga diri, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat Dayak di tengah perkembangan zaman. Ia juga menyinggung perlunya kepedulian sosial dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Sambas terhadap masyarakat sekitar.
Menurutnya, perusahaan yang memperoleh keuntungan dari sumber daya alam daerah semestinya turut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membangun daerah tanpa harus bergantung pada pihak luar,” tegasnya.
Baca Juga: Wagub Kalbar Minta Finalis Bujang Dara Gawai Kuasai Bahasa Internasional
Krisantus menyampaikan bahwa masyarakat Dayak di Kalbar memiliki potensi besar untuk membangun kekuatan secara mandiri. Ia menyebut jumlah masyarakat Dayak di Kalbar hampir mencapai satu juta kepala keluarga dan mengusulkan gerakan donasi sukarela sebesar Rp5.000 per bulan dari setiap keluarga.
Menurutnya, apabila gerakan tersebut dijalankan secara konsisten, dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat Dayak.
“Kalau satu kepala keluarga menyumbang Rp5.000 per bulan, dalam setahun bisa terkumpul sekitar Rp60 miliar. Ini bukan soal besar kecilnya uang, tetapi tentang kepedulian dan harga diri kita untuk menjaga budaya sendiri,” ujarnya disambut antusias masyarakat.
Untuk menjaga transparansi pengelolaan dana, Krisantus mengusulkan agar mekanisme pengelolaan dilakukan secara terbuka dan akuntabel dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting agar masyarakat Dayak mampu berdiri mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pihak lain.
Baca Juga: ASN Muda Kalbar Didorong Jadi Agen Perubahan Pelayanan Publik dan Birokrasi Modern
Pada kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan latar belakang merupakan anugerah yang harus dijaga dalam semangat kebersamaan.
Menjelang pelaksanaan Gawai Dayak ke-20 tahun depan, ia meminta panitia dan Dewan Adat Dayak terus meningkatkan kualitas kegiatan agar tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Krisantus mengusulkan agar pada pelaksanaan mendatang ditampilkan miniatur alat-alat pertanian tradisional serta perlengkapan perjuangan masyarakat Dayak tempo dulu, seperti alat penumbuk padi, pemarut kelapa, hingga peralatan tradisional lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, memahami perjuangan leluhur dalam mempertahankan kehidupan dan budaya sehingga identitas Dayak tetap lestari di tengah arus modernisasi. (mse)
Editor : Hanif