Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

UPM Pontianak Jadi Lokasi Program Pendidikan Gratis Anak Nelayan Terdampak Bencana Sumatra

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 26 Mei 2026 | 19:03 WIB
 WISUDA: Foto para wisudawan angkatan 52 SUPM Pontianak. IST
Ilustrasi wisuda SUPM Pontianak. IST

 

PONTIANAK POST - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan kuota pendidikan gratis bagi anak-anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Tahun Akademik 2026/2027.

Salah satu sekolah yang menjadi lokasi program afirmasi tersebut adalah Sekolah Usaha Perikanan Menengah Pontianak atau SUPM Pontianak.

Program ini menjadi bagian dari jalur afirmasi Anak Pelaku Utama (APU) yang disiapkan pemerintah untuk memastikan anak-anak keluarga nelayan dan pelaku usaha perikanan tetap memperoleh akses pendidikan meski terdampak bencana.

150 Kursi Khusus untuk Anak Keluarga Nelayan Terdampak

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta mengatakan kuota afirmasi khusus tersebut dialokasikan lebih dari 10 persen dari total penerimaan jalur APU.

Dari total 1.310 kuota afirmasi APU tahun 2026, sebanyak 150 kursi disiapkan khusus bagi anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan terdampak bencana di wilayah Sumatra.

“Kebijakan ini bertujuan mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi keluarga nelayan, pembudi daya ikan, petambak hingga pelaku usaha perikanan,” kata Nyoman dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

SUPM Pontianak Jadi Bagian Penguatan SDM Kelautan

SUPM Pontianak menjadi salah satu sekolah vokasi perikanan tingkat menengah yang dilibatkan dalam program afirmasi tersebut bersama SUPM Ladong, Pariaman, Kota Agung, Tegal, Waiheru, dan Sorong.

KKP menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membangun kapasitas generasi muda sektor kelautan dan perikanan, terutama bagi keluarga yang terdampak kondisi ekonomi akibat bencana.

Nyoman mengatakan pendidikan vokasi tidak hanya membuka akses belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

“KKP ingin memastikan anak-anak dari keluarga pelaku utama tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan meski berada dalam kondisi sulit akibat bencana,” ujarnya.

Kesempatan Belajar Gratis untuk Anak Nelayan

Program afirmasi APU ditujukan bagi anak-anak keluarga nelayan, pembudi daya ikan, petambak, hingga pelaku usaha perikanan yang memenuhi syarat administrasi dan terdampak bencana.

Selain pendidikan tingkat menengah melalui SUPM, KKP juga membuka jalur afirmasi di sejumlah perguruan tinggi vokasi kelautan dan perikanan di berbagai daerah Indonesia.

Investasi Jangka Panjang bagi Keluarga Pesisir

KKP menilai program afirmatif tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.

Dengan pendidikan vokasi, generasi muda diharapkan memiliki keterampilan praktis yang dapat menunjang dunia kerja maupun usaha mandiri di bidang perikanan dan kelautan.

KKP juga mengajak pemerintah daerah, penyuluh perikanan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membantu menyebarluaskan informasi program tersebut agar menjangkau masyarakat terdampak secara luas. (ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Pendidikan gratis nelayan #KKP 2026 #Anak pelaku utama perikanan #Sekolah perikanan Kalbar #SUPM Pontianak