PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan akan mempermudah akses pelaku UMKM dalam mendapatkan kemudahan dalam berusaha di kota ini. Terlebih bagi masyarakat yang berupaya menghidupkan ruang ekonomi baru sebagai langkah menggeliatkan perekonomian.
“UMKM itu menunjang ketahanan ekonomi di Kota Pontianak. Seperti pandemi covid beberapa tahun lalu, ketika banyak pembatasan aktivitas, kekuatan ekonomi di kota ini, salah satunya ditopang dari ekonomi UMKM,” kata Edi Rusdi Kamtono, Senin (1/6).
Pemerintah secara tegas akan memberikan semangat untuk masyarakat yang mau melaksanakan berbagai kegiatan usaha. Tujuannya, agar usaha mereka bisa bergeliat. Disinilah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dalam berusaha.
Dari sisi perizinan bagi masyarakat atau komunitas, ketika akan mencoba menghidupkan ruang baru perekonomian di Pontianak, dipastikannya akan mendapatkan kemudahan perizinan.
Baca Juga: Idulkurban dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Dipastikannya, ketika masyarakat atau komunitas yang akan melakukan pengurusan perizinan akan cepat. Dengan terbukanya ruang ekonomi baru, maka harapan Edi ekonomi juga akan tumbuh di sana.
“Apapun itu bentuk investasinya, baik dari pemerintah atau pihak swasta dan masyarakat yang mau mencoba membuka ruang baru ekonomi, ini harus disinergikan. Ini sesuatu yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, Solihin salah satu pegiat ekonomi kreatif Kota Pontianak agak sulit ketika mencoba mengurus perizinan membuka ruang ekonomi baru di Kota Pontianak ini. Menurutnya, urusan birokrasi di Kota Pontianak ini kadang gampang-gampang susah.
Dirinya sudah beberapa kali mencoba meminta izin untuk membuka pasar Sabtu-Minggu di daerah Jeruju. Bukanya mulai dari pukul 5 subuh hingga pukul 10 pagi. Dalam upaya membuka ruang ekonomi baru itu, dia sudah mencoba meminta izin dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Kapolsek Pontianak Barat.
“Semua mendukung, namun ketika naik ke birokrasi atas, justru agak sulit. Jadilah sampai saat ini pasar Sabtu-Minggu belum bisa kami buka. Padahal pedagang dan masyarakat sudah menunggu kapan pembukaan pasar pagi ini,” ujarnya.
Dia juga agak bingung ketika Wali Kota menyatakan akan mendukung segala kegiatan ekonomi kreatif Kota Pontianak. Terlebih untuk kepengurusan perizinan akan dipermudah. Sebab kenyataan di lapangan, ketika mengurus izin di Kota Pontianak begitu sulit jalannya.
Pernyataan Wali Kota akan mempermudah kepengurusan izin dalam upaya membuka ruang ekonomi baru ini menjadi pertanyaannya. Sebab perkataannya dengan jalannya kepengurusan izin di lapangan benar-benar tidak sejalan.
“Sekarang kami tinggal tunggu saja seperti apa tindak lanjutnya. Yang kami ingin itu kan buka pasar dengan ada izin dari pemerintah. Tapi kalau segala perizinan susah, bagaimana masyarakat mau menggeliatkan ekonomi,” keluhnya.(iza)
Editor : Hanif