PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalbar. Berdasarkan laporan penanganan karhutla per 1 Juni 2026, sedikitnya lima kabupaten tercatat mengalami kejadian kebakaran dengan total luasan lahan terdampak mencapai sekitar lima hektare.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel mengatakan, seluruh titik api yang terpantau telah dilakukan penanganan oleh tim gabungan di lapangan.
“Berdasarkan hasil groundcheck pada 1 Juni, kejadian karhutla terpantau di Kabupaten Bengkayang, Sintang, Sambas, Kapuas Hulu, dan Landak. Secara umum kondisi api sudah padam,” ungkapnya, Selasa (2/6).
Laporan Pusdalops BPBD Kalbar mencatat, luasan lahan terbakar terbesar terjadi di Kabupaten Landak. Tepatnya di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, yang mencapai sekitar dua hektare. Selain itu, kebakaran seluas 0,7 hektare juga ditemukan di Desa Kayu Tanam, Kecamatan Mandor.
Baca Juga: BPBD Kalbar Siagakan Empat Helikopter dan Pesawat Antisipasi Karhutla 2026
Di Kabupaten Sintang, karhutla terpantau di Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk, dengan luas sekitar 0,7 hektare, dan di Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai, seluas 1,1 hektare. Sementara di Kabupaten Sambas, kebakaran terjadi di kawasan Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, dengan luas sekitar 0,5 hektare.
Daniel menjelaskan, sebagian besar lokasi yang terbakar merupakan lahan dengan vegetasi semak belukar, dan kayu-kayuan di atas tanah mineral. Adapun kondisi di lapangan menunjukkan api telah berhasil dipadamkan, meskipun di beberapa lokasi masih ditemukan asap tipis.
“Upaya pemantauan, dan patroli terus dilakukan baik melalui jalur darat maupun udara untuk mengantisipasi munculnya titik api baru seiring memasuki musim kemarau,” tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar lanjut dia, masih menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat karhutla yang berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, sejumlah kabupaten juga masih berstatus siaga darurat karhutla, di antaranya Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi.
Baca Juga: Sekda Harisson Apresiasi Relawan Damkar, Dorong Penguatan Sinergi Penanggulangan Kebakaran
Daniel pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah meluasnya kebakaran.(bar)
Editor : Hanif