PONTIANAK POST - Jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke tanah air usai melaksanakan rangkaian ibadah haji. Jemaah haji Kalimantan Barat dijadwalkan pada 15 hingga 21 Juni 2026.
Proses pemulangan akan dilakukan dalam dua gelombang. Kelompok terbang (Kloter) 14 dari Kalbar masuk dalam gelombang pertama yang dipulangkan dari Bandara Internasional King Abdulazis, Jeddah, Senin (15/6) pukul 23.25 waktu Arab Saudi.
Kloter yang diisi jemaah dari Singkawang, Landak, Bengkayang, Sambas, Sanggau, dan Pontianak ini dijadwalkan tiba di Embarkasi Batam pada Selasa (16/6) pukul 12.50 WIB.
Adapun jemaah Kalbar lainnya yakni Kloter 15,16,17 dan 18 masuk dalam gelombang kedua. Jemaah gelombang kedua akan bergeser ke Madinah untuk menjalankan serangkaian ibadah, baru kemudian pulang ke Tanah Air melalui Bandara AMAA Madinah.
Baca Juga: Alhamdulillah, 32 Jemaah Asal Sintang Selesai Melaksanakan Rukun Haji di Tanah Suci
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan untuk menjemput jemaah haji Kalbar. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) juga menggelar rapat untuk mematangkan segala hal. Termasuk kesiapan Asrama Haji Transit Pontianak.
"Persiapan di Asrama Haji juga sudah siap menerima jemaah," ungkapnya.
Kamaludin menjelaskan, jemaah kota Pontianak nantinya akan langsung pulang ke rumah masing-masing masing setelah penerimaan di Asrama Haji.
"Untuk jemaah yang jauh menginap di Asrama Haji, itupun sesuai kesiapan kabupaten/kota. Jika jemaah sampai lebih awal ke Asrama Haji Pontianak, jemaah kabupaten yang dekat juga bisa langsung pulang ke kabupaten masing-masing," jelasnya.
Kondisi saat ini, lanjut Kamaludin sebagian besar jemaah haji Kalbar dalam kondisi sehat. Namun,pada Sabtu (30/5/2026) tercatat ada 12 jemaah yang sakit. "Yang dirawat di rumah sakit 3 orang," ungkapnya.
Bagi jemaah yang sakit, maka proses kepulangan ke tanah air dapat dilakukan ketika kondisi kesehatannya memungkinkan untuk terbang. "Ketika jemaah tidak layak terbang di Arab Saudi tentu dirawat di sana dan menjadi tanggung jawab PPIH Arab Saudi. Begitu pula di Embarkasi," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif