Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Di Hadapan Kemenhub, Syarif Abdullah Ungkap Masalah Muara Jungkat hingga Optimalisasi Pelabuhan Kijing

Deny Hamdani • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:38 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie.
Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie.

PONTIANAK POST – Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie, meminta pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap sejumlah persoalan infrastruktur transportasi dan kepelabuhanan di Kalimantan Barat. Mulai dari pendangkalan alur pelayaran Muara Jungkat, penyelesaian Pelabuhan Teluk Batang, hingga optimalisasi operasional Pelabuhan Kijing yang dinilai belum berjalan maksimal.

Dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan, Syarif mengungkapkan bahwa pendangkalan alur Muara Jungkat menjadi persoalan yang terus dikeluhkan pelaku usaha pelayaran dan transportasi laut di Kalimantan Barat.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pelaku angkutan laut, titik yang membutuhkan pengerukan hanya sekitar satu kilometer dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.

Baca Juga: Syarief Abdullah Tekankan Sinkronisasi Data Pusat-Daerah Demi Infrastruktur Kalbar Tepat Sasaran

“Dari hasil diskusi dengan pelaku angkutan laut Kalbar, yang perlu dikeruk itu hanya sekitar satu kilometer. Bahkan ada pihak swasta yang menyatakan siap membantu pengerukan apabila diberikan mekanisme kerja sama yang jelas,” ujarnya.

Syarif menilai pengerukan alur Muara Jungkat tidak hanya penting untuk mendukung aktivitas pelayaran, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam pengendalian banjir. Pendangkalan yang terus terjadi dikhawatirkan menghambat aliran air dari wilayah hulu menuju laut sehingga meningkatkan risiko genangan saat curah hujan tinggi.

“Muara ini multifungsi. Selain jalur kapal, juga menjadi jalur utama aliran air dari hulu ke hilir. Kalau sedimentasi terus meningkat dan tidak ditangani, potensi banjir bisa semakin besar,” katanya.

Ia mengaku persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada berbagai pihak, termasuk operator pelabuhan. Namun hingga kini belum terlihat langkah konkret untuk menyelesaikannya.

Baca Juga: Kisah  Abdullah bin Mubarak yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat  

Menurut Syarif, pemerintah perlu segera menyinergikan berbagai lembaga terkait agar hambatan administratif maupun persoalan teknis yang selama ini menjadi alasan keterlambatan pengerukan dapat segera dituntaskan.

Selain Muara Jungkat, Syarif juga menyoroti pembangunan Pelabuhan Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal meski telah menghabiskan anggaran selama beberapa tahun.

Ia mengaku sering menerima keluhan masyarakat yang mempertanyakan lambatnya penyelesaian proyek tersebut.

“Saya hampir selalu menerima pesan dari masyarakat yang menanyakan kenapa Pelabuhan Teluk Batang belum selesai dan belum bisa digunakan secara maksimal. Ini perlu menjadi perhatian serius agar proyek yang sudah berjalan tidak berujung mangkrak,” katanya.

Menurutnya, proyek-proyek yang telah menghabiskan anggaran negara harus segera dituntaskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Syarif juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah pelabuhan strategis nasional, termasuk Pelabuhan Kijing.

Baca Juga: Wacana Kenaikan Ambang Batas Parlemen 5–7 Persen Menguat: Syarif Abdullah Alkadrie Sebut Supaya Sistem Lebih Sehat

Pelabuhan yang digadang-gadang menjadi pintu gerbang logistik dan ekspor Kalimantan Barat tersebut dinilai belum menunjukkan performa sesuai harapan awal saat perencanaannya.

“Dulu ketika dipaparkan, Pelabuhan Kijing disebut memiliki posisi yang sangat strategis karena dekat dengan jalur pelayaran internasional. Namun sampai sekarang operasionalnya belum maksimal,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari desain pelabuhan, kapasitas layanan, hingga konektivitas logistik yang menjadi faktor penentu keberhasilan pelabuhan tersebut.

Menurutnya, apabila Pelabuhan Kijing dapat berfungsi optimal, dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian Kalimantan Barat, terutama dalam mendukung ekspor komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan produk turunannya.

Baca Juga: Hukum Puasa Tapi Waktu Habis untuk Tidur, Ini Peringatan Sayyid Abdullah Al-Haddad

“Kalau pelabuhan ini berjalan maksimal, tentu akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan memperkuat posisi Kalimantan Barat dalam perdagangan internasional,” katanya. (den)

Editor : Miftahul Khair
#pendangkalan muara jungkat #pelabuhan kijing #syarif abdullah alkadrie #komisi v dpr ri