PONTIANAK POST – Wacana pembangunan jaringan kereta api yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Kalimantan kembali mendapat dukungan dari kalangan legislatif daerah. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, menilai keberadaan moda transportasi kereta api sangat penting untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pemerataan pembangunan di Pulau Kalimantan.
Menurut Agus, hingga saat ini pulau Kalimantan masih menghadapi ketertinggalan infrastruktur yang cukup jauh dibandingkan Pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan, untuk infrastruktur jalan darat saja masih banyak wilayah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Kalau dibandingkan dengan Jawa dan Sumatra, infrastruktur kita masih tertinggal jauh. Jangankan kereta api, infrastruktur jalan darat saja di banyak wilayah Kalimantan masih sangat terbatas,” ujarnya di Pontianak beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalimantan Masih Dikaji, Mengapa Harga Tanah Bisa Naik Lebih Dulu?
Ia menilai pembangunan jaringan perkeretaapian akan menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan geografis Kalimantan yang memiliki wilayah luas dengan jarak antarkota dan antarprovinsi yang relatif jauh.
Dia mengatakan, kereta api memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari biaya transportasi yang lebih murah, kapasitas angkut yang besar, hingga tingkat keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
“Kereta api merupakan transportasi yang relatif murah, efisien, dan tingkat keselamatannya tinggi. Ini sangat penting untuk mendukung konektivitas antarprovinsi di Kalimantan,” katanya.
Agus menjelaskan, keberadaan jalur kereta api tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat distribusi barang dan logistik antarwilayah. Dengan biaya angkut yang lebih rendah, daya saing ekonomi daerah diyakini akan meningkat.
Baca Juga: Seberapa Dekat Realisasi Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalimantan Barat?
Lebih jauh, ia berharap pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan tidak berhenti pada konektivitas antardaerah di Indonesia saja, tetapi juga dapat terhubung dengan kawasan negara tetangga.
Politisi PDI Perjuangan Kabar ini menambahkan bahwa konektivitas lintas batas dengan wilayah Malaysia Timur seperti Sarawak, serta kawasan Brunei dan Sabah, akan membuka peluang ekonomi baru bagi Kalimantan Barat dan wilayah lainnya di Pulau Borneo.
“Tentu harapan kita jaringan ini tidak hanya menghubungkan wilayah Indonesia di Kalimantan, tetapi juga terkoneksi dengan Kuching, Brunei, hingga Sabah sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi di Pulau Borneo semakin terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi IV DPRD Kalimantan Barat menyambut positif munculnya kembali wacana pembangunan kereta api Trans Kalimantan. Namun demikian, pemerintah pusat diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap kajian atau wacana semata.
“Kami menyambut baik gagasan ini. Tapi harapan kami jangan hanya menjadi wacana yang kemudian hilang dimakan waktu tanpa realisasi. Masyarakat Kalimantan sudah lama menunggu pembangunan infrastruktur strategis seperti ini,” tegasnya.
Agus menilai pembangunan jalur kereta api dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat integrasi wilayah, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara Kalimantan dengan kawasan lain di Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan dapat masuk dalam prioritas pembangunan nasional sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. (den)
Editor : Miftahul Khair