Dalam kesempatan itu, Chaiyady menceritakan perjalanan usaha Borneo Wood yang telah dirintis sejak tahun 2012. Ia menjelaskan, berbagai produk kerajinan khas yang dihasilkan berasal dari limbah kayu ulin yang tidak terpakai.
Baca Juga: DJP Luruskan Salah Paham PP 20/2026, Pajak UMKM 0,5% Tetap Berlaku
"Jadi yang kami manfaatkan itu hanya limbah kayu ulin, dan ini adalah hasil kreatifnya," kata Chaiyady sembari menunjukkan sejumlah produk kerajinan unggulan Borneo Wood.
Berbagai hasil karya yang diproduksi Borneo Wood menampilkan ukiran khas Singkawang dengan beragam bentuk dan desain. Selain kerajinan kayu ulin, Borneo Wood juga memproduksi berbagai furnitur seperti spring bed, meja, kursi, hingga aneka produk interior lainnya.
Chaiyady mengungkapkan, produk-produk Borneo Wood telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah bahkan menembus pasar internasional. Meski demikian, harga yang ditawarkan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ia berharap pemanfaatan limbah kayu ulin menjadi produk bernilai ekonomi dapat terus berkembang sekaligus memperkenalkan kerajinan khas Singkawang ke pasar yang lebih luas.
Kunjungan manajemen Pontianak Post tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus melihat secara langsung proses kreatif yang dilakukan Borneo Wood dalam mengubah limbah kayu menjadi karya seni dan produk furnitur bernilai tinggi. (wan)