Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pedestrian Pontianak Jadi Rujukan, Balikpapan Datang Belajar

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 10 Juni 2026 | 22:40 WIB
TUKAR CINDERAMATA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Yusri bertukar cinderamata usai pertemuan membahas penataan pedestrian dan pengembangan ruang publik di Pontianak, Rabu (10/6). 
TUKAR CINDERAMATA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Yusri bertukar cinderamata usai pertemuan membahas penataan pedestrian dan pengembangan ruang publik di Pontianak, Rabu (10/6). 

PONTIANAK POST - Penataan pedestrian yang terhubung, nyaman, dan ramah bagi masyarakat menjadikan Kota Pontianak sebagai salah satu rujukan pembangunan perkotaan di Kalimantan. Konsep tersebut bahkan menarik perhatian DPRD Kota Balikpapan yang datang langsung untuk mempelajari pengembangan ruang publik dan kawasan pejalan kaki di Kota Khatulistiwa.

Kunjungan kerja rombongan DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, diterima Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, Rabu (10/6). Dalam pertemuan itu, penataan pedestrian, ruang terbuka hijau (RTH), hingga pengembangan ruang publik menjadi topik utama pembahasan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antardaerah, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan keterbatasan masing-masing. Karena itu, pertukaran informasi dan pengalaman menjadi penting agar pembangunan dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Edi menjelaskan, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 juga berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan.

Kota Pontianak yang memiliki luas sekitar 118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa, kata dia, harus terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan anggaran. APBD Kota Pontianak Tahun 2026 tercatat sekitar Rp1,9 triliun setelah pengurangan dana transfer sekitar Rp235 miliar. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada pada kisaran Rp867 miliar.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkot Pontianak tetap berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada manusia. Berbagai program terus dijalankan, mulai dari penyediaan ruang terbuka hijau, penghijauan kota, pembangunan trotoar yang nyaman, hingga penataan kawasan waterfront di sepanjang tepian Sungai Kapuas.

Menurut Edi, ruang publik memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar fasilitas fisik. Ruang publik dinilai mampu menjadi sarana memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.

Berlatar belakang arsitek, Edi menilai keberadaan ruang terbuka hijau dan ruang publik yang memadai dapat membantu membangun hubungan sosial yang lebih harmonis di tengah masyarakat.

“Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu kami berupaya menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain memperluas ruang publik, Pemkot Pontianak juga memperkuat program penghijauan melalui aplikasi Sipohon dan regulasi perlindungan pohon. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Penataan trotoar juga terus dilakukan dengan konsep tematik yang mengedepankan unsur teduh, aman, nyaman, dan saling terhubung antarkawasan. Konsep ini diharapkan mampu mendorong budaya berjalan kaki sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Yusri mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak. Ia mengaku terkesan dengan keterbukaan pemerintah daerah dalam berbagi pengalaman pembangunan.

“Ini pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima oleh wali kota. Bahkan ada rekan kami yang merasa sangat terharu atas penyambutan yang diberikan,” katanya.

Yusri menjelaskan, tujuan utama kunjungan kerja tersebut adalah mempelajari konsep penataan pedestrian yang dinilai menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak.

Menurut dia, jalur pedestrian merupakan elemen penting dalam mewujudkan kota yang nyaman dan layak huni. Dari hasil pengamatan rombongan, Pontianak dinilai berhasil membangun jalur pejalan kaki yang tidak hanya panjang, tetapi juga memiliki konektivitas yang baik antarkawasan.

“Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekompreheantardaerah di Kalimantan. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi daerah-daerah di Pulau Kalimantan untuk tumbuh dan berkembang bersama melalui kolaborasi yang lebih erat.

Ia berharap pertukaran pengalaman pembangunan seperti ini dapat terus dilakukan guna mempercepat terwujudnya kota-kota yang lebih nyaman, hijau, inklusif, dan berdaya saing di masa mendatang.nsif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap konsep pedestrian yang terhubung dan nyaman seperti yang diterapkan di Pontianak dapat menjadi salah satu inspirasi pembangunan Kota Balikpapan ke depan.

“Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama. (**)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pejalan kaki #pontianak #balikpapan #Pedestrian #edi kamtono