PONTIANAK POST - Terminal Kijing kini mampu melayani kegiatan petikemas perdana. Kehadiran layanan ini menandai langkah baru dalam pengembangan Terminal Kijing sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan industri di Kalimantan serta memperkuat perannya sebagai gerbang logistik di wilayah barat Pulau Kalimantan.
Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan melalui kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang melayani rute Pasir Gudang–Batam-Kijing-ICA-Kijing-Pasir Gudang. Pada kunjungan perdananya, kapal tersebut membongkar 70 peti kemas kosong (empty container) di Terminal Kijing. Pelayanan ini menandai dimulainya operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing setelah berbagai persiapan infrastruktur, peralatan, sistem operasional, dan aspek regulasi diselesaikan oleh Pelindo Group.
Pelayanan ini juga merealisasikan rencana pengembangan layanan petikemas yang telah dipersiapkan sejak tahun 2025. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi kepada pengguna jasa serta penguatan fasilitas dan kesiapan operasional, Pelindo Group bersama PTP Nonpetikemas terus mematangkan langkah pengoperasian layanan petikemas hingga akhirnya dapat direalisasikan pada tahun 2026.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto mengatakan, pelayanan perdana peti kemas merupakan pencapaian strategis dalam upaya menjadikan Terminal Kijing sebagai gerbang logistik modern di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Peti Kemas Perdana Sandar di Kijing, Kalbar Menanti Dampak Ekonomi Nyata
"Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing merupakan tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat. Dengan mulai beroperasinya layanan peti kemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat," ujar Kalbar.
Menurut Kalbar Yanto, Pelindo terus melakukan peningkatan fasilitas dan peralatan pendukung agar Terminal Kijing mampu memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan berstandar internasional.
"Kami optimistis kehadiran layanan peti kemas ini akan memberikan alternatif logistik yang lebih efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan menjadi hub logistik utama yang melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun kawasan sekitarnya," kata Kalbar.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, juga mengatakan bahwa keberhasilan pelayanan perdana ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan Terminal Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis di Indonesia.
"Keberhasilan pelayanan perdana ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas secara optimal. Sebagai satu-satunya operator di Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif,” kata Indra.
Baca Juga: Mendagri Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dan pengguna jasa guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah."
Untuk mendukung operasional kepelabuhanan, Terminal Kijing dilengkapi berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk melayani beragam jenis komoditas.
Terminal ini memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT, dermaga multipurpose sepanjang 250 meter, dermaga curah cair sepanjang 500 meter, serta dermaga curah kering sepanjang 389 meter. Selain itu tersedia Container Yard, Empty Container Yard, Container Freight Station (CFS), area reefer, fasilitas pemeriksaan fisik terpadu, trestle, piperack, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Fasilitas tersebut didukung peralatan bongkar muat modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, chassis, conveyor, hopper, grab, dan bucket yang memungkinkan pelayanan petikemas, curah cair, curah kering, maupun general cargo dilakukan secara efisien dan produktif.
Kehadiran layanan petikemas melengkapi layanan curah cair, curah kering, dan general cargo yang telah berjalan sebelumnya. Seiring pengembangan layanan tersebut, kinerja operasional Terminal Kijing oleh PTP Nonpetikemas juga menunjukkan tren yang positif.
Pada Triwulan I 2026, Terminal Kijing mencatat throughput sekitar 1,5 juta ton dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas curah kering sebesar 845 ribu ton dan curah cair sebesar 662 ribu ton. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan, dengan realisasi curah kering mencapai 223 persen dan curah cair sebesar 168 persen, sementara layanan bag cargo mencapai 93 persen dari target.(iza)
Editor : Hanif