Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Banjir Pontianak Makin Parah, Pemkot Kembali Usulkan Program Pompanisasi

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:31 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Dampak akibat banjir di Kota Pontianak beberapa hari lalu mendapat keluhan dari warga Kota Pontianak. Akibat kejadian itu, banyak masyarakat dirugikan. Di satu sisi, dinas terkait sebetulnya sudah melakukan upaya jangka pendek dalam mencegah terjadinya banjir tidak semakin meluas. Namun kenyataan, ketika hujan deras disertai dengan air pasang laut datang bersamaan, Pontianak masih belum mampu menghalau banjir.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono langsung tancap gas ketika banjir terjadi. Normalisasi parit dengan menggunakan alat berat yang langsung diterjunkan di Parit Tokaya seperti pertanda jika Pemkot Pontianak serius dalam penanganan banjir di Kota Pontianak.

Program jangka pendek juga dilakukan rutin setiap hari. Seperti pembersihan sampah di parit oleh Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Pontianak terus dilakukan. Namun anehnya, ketika hujan disertai dengan pasang air laut, Pontianak justru semakin banjir. Bahkan daerah yang sebelumnya tidak terdampak kini justru ikut terdampak dari banjir ini. Rumah-rumah warga semakin sering kemasukan air.

Akibat kejadian ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendapat banyak tekanan sekaligus keluhan dari masyarakat Pontianak. Pemerintah sepertinya belum betul-betul mampu mengatasi persoalan banjir.

Baca Juga: Atasi Banjir Pontianak, Pemkot Kerahkan Eskavator Amfibi Keruk Parit Hadapi Hujan Deras dan Rob

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini pun kembali menggaungkan upaya program penanganan banjir. Salah satunya pengadaan mesin pompa air yang sempat digaungkan beberapa tahun lalu. Namun sayangnya, pengadaan mesin pompa ini belum terealisasi sampai sekarang. Ketika banjir tiba, barulah pengadaan program pompanisasi ini kembali digaungkan Wali Kota Pontianak.

“Dalam penanganan genangan, upaya kita tetap meningkatkan fungsi dari parit, mulai dari pengerukan parit besar hingga pompanisasi. Untuk pompanisasi ini akan ada dua pengadaan,” ujar Edi kemarin.

Dijelaskan dia, selain akan menggelontorkan alokasi anggaran buat program pompanisasi kemudian mengganti jembatan yang menurutnya menghambat percepatan air menuju Sungai Kapuas.

Seperti di Parit Tokaya ini akan dikoneksikan antara parit satu dengan parit lainnya. Program ini akan dijalankan, karena masterplan nya sudah ada. Hanya saja, dalam realisasinya Pemkot Pontianak harus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I dengan Dinas PU Provinsi Kalbar.

Karena berbicara pengentasan banjir di Pontianak juga menyangkut dengan masalah kewilayahan. Menurutnya, Pontianak tidak bisa menyelesaikan persoalan banjir sendirian. Makanya perlu melibatkan Provinsi Kalbar dan Kementerian PU.

Baca Juga: Pemerintah Padukan Giant Sea Wall dan Mangrove di Pantura Jawa untuk Atasi Banjir, Abrasi, serta Penurunan Muka Tanah

Sebelumnya  Bambang salah satu warga di Gang Melati Kecamatan Pontianak Kota mengaku terkejut ketika air tiba-tiba sudah menggenang di dalam rumah kediamannya. “Kejadian masuknya air di dalam rumah ini jam setengah lima subuh. Saya juga terkejut. Ini tidak pernah-pernah kalau hujan deras air sampai masuk rumah, baru kali ini,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Menurutnya kejadian banjir hingga masuk rumah ini betul-betul membuat dia dan keluarga panik. Untungnya, dia cepat sadar. Sehingga ketika air sudah masuk dalam rumah, dia secepatnya mengamankan peralatan listrik. Sebab jika dibiarkan di lantai akan berbahaya. Bisa menyebabkan korsleting listrik.

Dia melanjutkan, kejadian kebanjiran ini baru kali pertama terjadi. Sebelumnya ketika hujan deras disertai dengan pasang air sungai, paling genangan terjadi di halaman saja. Namun kejadian kali ini betul-betul parah. Air hujan sampai masuk dalam rumah.

Saluran yang dulunya menjadi penyangga untuk menampung volume air hujan mungkin tak lagi bisa berfungsi dengan optimal. Itu dikarenakan kelebaran parit makin kecil. Kemudian kedalaman parit di Kota Pontianak juga makin bervariasi. Inilah pentingnya dilakukan normalisasi. Tidak hanya di parit besar saja. normalisasi rutin juga harus dilakukan di parit-parit kecil lingkungan masyarakat.

Kejadian ini tidak hanya persoalan banjir masuk ke rumah masyarakat saja. Tetapi dampak dari banjir ini bakal menimbulkan banyak penyebab. Pasca banjir pastinya rumah masyarakat akan menjadi lembab. Bagi masyarakat terutama anak-anak dan lansia akan rawan terpapar penyakit kulit. Belum lagi kerugian materi masyarakat ketika rumah masyarakat dihantam banjir. Kerusakan alat elektronik, kemudian barang-barang lainnya juga semakin rentan.(iza)

Editor : Hanif
#pompa air #Hujan Deras #pemkot pontianak #pontianak #banjir