Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Dinkes Kalbar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Kesenjangan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap

Novantar Ramses Negara • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:03 WIB
Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti
Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti

PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendongkrak cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL), terutama di sejumlah wilayah yang capaiannya masih tertinggal dari target.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, menyebut hingga Mei 2026 ada tiga daerah yang masih jadi sorotan yakni Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang. Capaian imunisasi di ketiga wilayah itu dinilai perlu dipacu agar bisa memenuhi target akhir tahun.

"Capaian imunisasi di beberapa daerah masih perlu mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, diperlukan strategi yang lebih kuat agar target cakupan imunisasi tahun ini dapat tercapai," ujar Erna di Pontianak, Senin (22/6).

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Gelar Cek Kesehatan Gratis, Pastikan Kondisi Aparatur Terpantau Sejak Dini

Berdasarkan hasil Rapid Assessment 2025, tantangan yang dihadapi Kalbar cukup beragam, masih ada anak yang belum mendapat imunisasi sama sekali (zero-dose), anak dengan imunisasi tidak lengkap, angka putus imunisasi yang tinggi, hingga belum optimalnya tindak lanjut terhadap sasaran yang belum terjangkau.

Kondisi itu, kata Erna, membuka peluang munculnya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak.

"Ketika masih terdapat kesenjangan dalam cakupan imunisasi, maka risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi akan semakin besar. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak imunisasinya," jelasnya.

Salah satu andalan dalam strategi ini adalah Tim Penggerak PKK. Jaringannya yang menjangkau hingga tingkat keluarga dan RT dinilai jadi aset yang sulit digantikan. Kader PKK diharapkan turun langsung; mengedukasi warga, mendata sasaran imunisasi, mengajak keluarga ke layanan kesehatan, dan memantau anak yang imunisasinya belum tuntas.

Baca Juga: Meneguhkan Nilai HAM dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

"Kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Dengan jaringan yang dimiliki hingga tingkat bawah, kami berharap PKK dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi," kata Erna.

Workshop ini juga ia sebut sebagai momentum mempertegas komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader masyarakat, dan mitra pembangunan untuk menyusun langkah nyata di masing-masing wilayah.

"Upaya ini merupakan bagian dari penguatan sistem imunisasi daerah agar Kalimantan Barat mampu mewujudkan generasi yang sehat, terlindungi, dan terhindar dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi," pungkasnya.(mse)

Editor : Hanif
#kalbar #Dinkes Kalbar #kesenjangan #Kolaborasi Lintas Sektor #imunisasi dasar