PONTIANAK POST - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengakui keberfungsian saluran primer, tersier dan sekunder di parit-parit belum seratus persen optimal. Dalam upaya pengentasan banjir, akan dapat dikurangi apabila ke semua saluran mampu berfungsi dengan baik.
“Penanganan persoalan banjir memang menjadi perhatian. Terutama fokus pada keberfungsian saluran yang pemeliharaannya belum seratus persen optimal. Dalam hal ini, kita harus mengambil skala prioritas dimana titik genangan yang tersumbat untuk dilakukan perbaikan,” ujar Bahasan, belum lama ini.
Dalam upaya meminimalisir persoalan genangan, Pemkot Pontianak melakukan rutin gotong royong di enam kecamatan setiap bulan. Fokusnya memang penanganan drainase. Untuk titiknya tentative bisa dari laporan masyarakat ataupun yang menjadi perhatian pemerintah. Di sana, bersama OPD melakukan bersih-bersih lingkungan.
Menurut Bahasan, jika saluran primer, tersier dan sekunder bisa optimal. Maka ketika hujan deras, kesemua saluran ini akan mampu menjadi wadah tampungan dari air tersebut. Nantinya air itu juga akan mengalir kembali. Tidak tersendat karena adanya penumpukan sampah yang dibuang di parit.
Oleh sebab itu, dia pun minta agar masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit. Begitu juga dengan kondisi parit di lingkungan sekitar harus diperhatikan. Dimintanya sesama tetangga untuk berkoordinasi buat melancarkan keberfungsian dari saluran ini.
“Parit primer yang memang menjadi aur utama air ketika hujan juga mesti dipantau dan diseriusi,” katanya.
Dia melanjutkan, di tahun ini informasinya Wali Kota Pontianak juga akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pompanisasi. Untuk titiknya belum diketahui Bahasan. Sebab penentuan titik pompanisasi ini perlu analisasi khusus. Dengan begitu ketika telah terpasang dan daerah tersebut diguyur hujan keberfungsian pompanisasi ini dapat sesuai harapan.
Baca Juga: DPRD Kota Pontianak Desak SPMB 2026 Tidak Persulit Orang Tua Murid dalam Proses Penerimaan
Ketika ditanya soal kesiapan Pemkot Pontianak dalam penanganan jangka panjang masalah banjir, pertama-tama yang harus dilakukan adalah interkoneksi parit. Kemudian perencanaan jalan auto ring road juga menjadi perhatiannya.
Dia meminta ketika jalan tersebut sudah terkoneksi, dalam pengerjaannya juga harus memperhatikan saluran yang representative. Ini juga menjadi program jangka panjang dalam pengentasan banjir di Pontianak.(iza)
Editor : Hanif