Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

27 Sekolah di Pontianak Direvitalisasi, Menteri Abdul Mu'ti Tinjau Langsung

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 26 Juni 2026 | 00:18 WIB
HASIL REVITALISASI: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu
HASIL REVITALISASI: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (kiri), Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (tengah), dan Kepala SDN 05 Pontianak Timur Bona Ventura (kanan) saat meninjau fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi di SDN 05 Pontianak Timur, Kamis (25/6).

PONTIANAK POST – Sebanyak 27 satuan pendidikan di Kota Pontianak telah dan akan direvitalisasi melalui program pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi ribuan siswa di ibu kota Kalimantan Barat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meninjau langsung hasil revitalisasi di SDN 05 Pontianak Timur, Kamis (25/6), didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Kunjungan itu menjadi bagian dari peresmian revitalisasi sekolah yang telah dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan di Kota Pontianak.

Revitalisasi Ubah Wajah Sekolah dan Semangat Belajar Siswa

Kepala SDN 05 Pontianak Timur Bona Ventura mengatakan revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.

Menurutnya, sebelum revitalisasi dilakukan, tata ruang sekolah belum sepenuhnya mendukung penerapan pembelajaran yang menuntut aktivitas kolaboratif sesuai Kurikulum Merdeka.

"Saya merasa ada harapan besar yang belum bisa diwujudkan karena keterbatasan lingkungan belajar. Namun harapan itu berubah menjadi kenyataan ketika sekolah kami ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi tahun 2025," ujarnya.

Kini, kata Bona, siswa datang ke sekolah dengan rasa bangga terhadap lingkungan belajar yang lebih layak dan representatif.

Total 27 Satuan Pendidikan Direvitalisasi

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan revitalisasi sekolah dilakukan secara bertahap melalui dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pada tahun 2025, sebanyak 15 satuan pendidikan menerima program revitalisasi yang terdiri dari satu TK, empat SD, delapan SMP, dan dua SMA.

Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan menyasar 12 satuan pendidikan lainnya, yakni dua TK, empat SD, satu SMP, satu SPNF SKB, satu PKBM, dan tiga SMA.

"Jadi totalnya ada 27 satuan pendidikan yang direvitalisasi," kata Edi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar untuk rehabilitasi sekolah dan pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Target 95 Persen Sarana Sekolah Dalam Kondisi Baik

Menurut Edi, sebagian bangunan sekolah dasar di Pontianak merupakan peninggalan program Sekolah Inpres yang memerlukan perbaikan secara bertahap.

Karena itu, pemerintah kota menargetkan pada 2029 sebanyak 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri berada dalam kondisi baik dan representatif.

Target tersebut mencakup ruang belajar, fasilitas olahraga, halaman sekolah, pagar, kantin, hingga toilet yang layak bagi peserta didik.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kota Pontianak, rehabilitasi sekolah masih menjadi kebutuhan karena sebagian bangunan, terutama sekolah dasar peninggalan program Sekolah Inpres, memerlukan perbaikan secara bertahap. Karena itu, Pemkot menargetkan pada 2029 sebanyak 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri berada dalam kondisi baik dan representatif. Pemerintah kota juga mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar setiap tahun untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan.

Daya Tampung SD Masih Kurang 292 Kursi

Di tengah peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, Pemerintah Kota Pontianak masih menghadapi tantangan terkait daya tampung peserta didik.

Pada jenjang SD, jumlah siswa mencapai 12.071 orang, sementara kapasitas yang tersedia hanya 11.779 kursi. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 292 kursi.

Sementara pada jenjang SMP, jumlah siswa mencapai sekitar 12.062 orang dengan kapasitas yang tersedia sebanyak 12.437 kursi.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kota juga menyalurkan hibah kepada madrasah dan sekolah swasta dengan nilai antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar setiap tahun.

Menteri Abdul Mu'ti: Revitalisasi untuk Mutu Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi sekolah merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Menurutnya, pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan bukan sekadar mempercantik bangunan sekolah, melainkan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

"Revitalisasi ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha dan kebijakan yang muaranya pada peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia," tegasnya.

17.744 Sekolah Direvitalisasi Secara Nasional

Secara nasional, program revitalisasi sekolah telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan pada 2025.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 11.744 satuan pendidikan dan menambah sekitar 6.000 satuan pendidikan lainnya.

Dengan demikian, total revitalisasi yang dilakukan pemerintah pada tahun ini mencapai 17.744 satuan pendidikan di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi menjadi fondasi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih bermutu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa sekolah yang aman, nyaman, dan didukung sarana memadai akan membantu pengembangan karakter, kompetensi, kreativitas, serta kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.

Kemendikdasmen juga menyebut penyediaan dan perbaikan sarana-prasarana melalui program revitalisasi bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang layak, modern, aman, dan kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Secara nasional, pada 2025 pemerintah berhasil merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal 10.440 sekolah. Kemendikdasmen menilai program tersebut menjadi salah satu instrumen utama peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia Indonesia.

Bagi siswa di Pontianak, revitalisasi sekolah bukan hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik. Program tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya generasi masa depan yang lebih berkualitas. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#revitalisasi sekolah Pontianak #SDN 05 Pontianak Timur #mutu pendidikan #abdul mu'ti #Sarana Pendidikan