PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menutup kegiatan Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja (PPR) Gereja Pekabaran Injil Baptis Indonesia (GPIBI) se-Kalimantan Barat yang digelar di Desa Pisah, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Rabu (24/6).
Kegiatan yang diikuti ribuan pemuda dan remaja dari berbagai daerah di Kalimantan Barat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat karakter, wawasan, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman dan tantangan global.
Dalam arahannya, Krisantus menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset penting bagi pembangunan daerah. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mengembangkan keterampilan. “Gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan diri. Bijaklah dalam menerima informasi, karena tidak semua yang beredar di media sosial adalah kebenaran. Pilih informasi yang mendidik dan memberikan manfaat,” ujar Krisantus.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, termasuk penyebaran hoaks di media sosial. Kemampuan berpikir kritis menjadi hal penting agar teknologi dapat digunakan secara positif.
Krisantus juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam berpikir kreatif, kritis, dan inovatif.
“Teknologi terus berkembang, tetapi jangan sampai kita kehilangan kemampuan untuk berpikir, menganalisis, dan menciptakan sesuatu yang baru,” katanya.
Selain penguasaan teknologi, Wakil Gubernur menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan investasi yang tidak akan hilang dan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas diri.
“Teruslah belajar, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, dan siapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, termasuk pengembangan Sekolah Garuda sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Baca Juga: BNPB Keluarkan Peringatan Dini, Kalbar Bakal Hadapi Cuaca Ekstrem
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga berbagi pengalaman hidupnya sebagai putra daerah yang tumbuh dari wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Ia mengajak para peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, keberhasilan dapat dicapai dengan kerja keras, disiplin, menjauhi narkoba, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Menutup arahannya, Krisantus mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu kemampuan yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
“Bahasa Inggris menjadi kunci untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang yang lebih luas. Saya berharap generasi muda Kalimantan Barat terus meningkatkan kemampuan bahasa asingnya,” ujarnya.
Penutupan PPR GPIBI se-Kalimantan Barat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua Badan Pengurus Daerah I GPIBI Kalbar Pdt. Yanto, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, jajaran perangkat daerah, para pendeta GPIBI se-Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta peserta PPR dari berbagai kabupaten dan kota. (mse)
Editor : Hanif