Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Wagub Krisantus Bekali Mahasiswa KKN IKIP PGRI, Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Literasi Digital

Novantar Ramses Negara • Selasa, 30 Juni 2026 | 05:51 WIB
Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan saat memberikan pembekalan kepada 28 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan saat memberikan pembekalan kepada 28 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan pembekalan kepada 28 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (28/6).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Wajok Hilir tersebut turut didampingi Kepala Desa Wajok Hilir, Abdul Majid, Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyampaikan sejumlah pesan terkait pentingnya pendidikan, pengembangan kapasitas diri, pemanfaatan teknologi, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Krisantus membagikan pengalaman perjalanan hidupnya sejak menjadi mahasiswa hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Kalbar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.

Baca Juga: Pemkab Mempawah Dukung Penuh Pelaksanaan KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak di Empat Kecamatan

“Saya juga pernah menjadi mahasiswa seperti kalian. Apa yang saya capai hari ini bukan karena kebetulan, tetapi karena proses belajar, kerja keras, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Karena itu, jangan pernah menyerah dalam mengejar cita-cita. Siapa tahu di antara kalian kelak ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan pemimpin bangsa,” ujar Krisantus.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan kompetensi meskipun telah menyelesaikan pendidikan sarjana.

“Kalau sudah selesai S1, lanjutkan S2. Setelah itu lanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, karena semakin luas wawasan seseorang, semakin besar pula kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Selain peningkatan kapasitas akademik, Wakil Gubernur juga mengingatkan mahasiswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan produktivitas, namun harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi.

Baca Juga: Pembelajaran di Era Generasi Z dan Generasi Alpha

“Handphone dan media sosial bisa menjadi sarana menuju hal yang positif, tetapi juga bisa membawa dampak buruk jika digunakan tanpa kendali. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar. Biasakan memeriksa kebenaran informasi sebelum menerima maupun menyebarkannya,” tegasnya.

Krisantus juga mendorong mahasiswa untuk menguasai kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal menghadapi persaingan global. Menurutnya, kemampuan tersebut akan membuka peluang lebih luas dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan jejaring internasional.

Kepada mahasiswa perempuan, ia berpesan agar menjaga prinsip dan mampu menentukan pilihan hidup dengan bijak. Menurutnya, masa depan harus dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan, karakter, dan sikap yang positif.

“Jangan melihat seseorang hanya dari penampilan. Kenali karakter dan tanggung jawabnya. Jagalah diri, karena masa depan kalian sangat berharga,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar. Kehadiran mahasiswa melalui program KKN diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

Sebagai bentuk perhatian terhadap pelaksanaan KKN, Krisantus menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada mahasiswa peserta KKN. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wajok Hilir. (mse)

Editor : Hanif
#pendidikan #Krisantus Kurniawan #Wagub Kalbar