PONTIANAK POST - Produk unggulan 23 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN Sanggau berhasil mencatatkan transaksi dalam kegiatan Pasar Batas Nusantara pada rangkaian LENTERA Batas Negeri 2026 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Sebanyak 131 produk UMKM terjual dengan total omzet mencapai Rp4,54 juta.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Reynaldi Akbar Ariesha, mengatakan kehadiran Pasar Batas Nusantara merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat perbatasan melalui promosi produk lokal dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Pasar Batas Nusantara menjadi sarana promosi dan perluasan akses pasar bagi 23 UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau. Pada pelaksanaan LENTERA Batas Negeri 2026, sebanyak 131 produk berhasil terjual dengan total omzet Rp4,54 juta,” jelas Reynaldi di Pontianak, kemarin.
Baca Juga: Kemenkum Kalbar Perkuat UMKM Lewat Pendamping Usaha, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual
Menurut Reynaldi, kawasan perbatasan memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan negara sekaligus kawasan dengan aktivitas ekonomi lintas negara yang terus berkembang. Karena itu, diperlukan penguatan ekosistem ekonomi masyarakat melalui peningkatan akses pasar, literasi keuangan, dan pemanfaatan layanan pembayaran digital.
Pasar Batas Nusantara menjadi salah satu rangkaian kegiatan Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat pada 23–25 Juni 2026 di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Sanggau, Badan Nasional Pengelola Perbatasan/PLBN, perbankan, instansi vertikal, serta berbagai mitra strategis lainnya untuk memperkuat layanan kebanksentralan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Selain Pasar Batas Nusantara, LENTERA Batas Negeri 2026 menghadirkan sejumlah layanan bagi masyarakat perbatasan. Pertama, layanan penukaran uang melalui Kas Keliling untuk memastikan ketersediaan Rupiah layak edar sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses layanan kas.
Kedua, Bank Indonesia memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), QRIS Cross Border, Perlindungan Konsumen (PeKA), serta Belanja Bijak sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ketiga, melalui Pasar Batas Nusantara, produk unggulan 23 UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau dipasarkan sebagai sarana promosi dan perluasan akses pasar. Selama pelaksanaan kegiatan, produk UMKM berhasil terjual sebanyak 131 pcs dengan total omzet mencapai Rp4.540.000.
Keempat, Bank Indonesia menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan 1.000 paket bahan pangan bagi masyarakat sekitar PLBN Entikong. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.
Kelima, melalui Sinergi Layanan Kas (SILAKAS), masyarakat mendapatkan berbagai layanan publik secara terpadu, mulai dari layanan informasi keimigrasian, SAMSAT Go Kecamatan, sosialisasi keselamatan transportasi, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Baca Juga: Buyback Saham Wajar, Danantara Soroti Kekuatan Fundamental BUMN
Selain itu, LENTERA Batas Negeri 2026 juga menghadirkan Rupiah Corner Perbatasan sebagai ruang edukasi interaktif mengenai Rupiah, sistem pembayaran, dan peran Bank Indonesia. Bagi pelaku usaha, kegiatan Business Matching UMKM turut menjadi wadah untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, distributor, investor, maupun lembaga pembiayaan.
Reynaldi menambahkan, penguatan layanan di kawasan perbatasan menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T memperoleh akses layanan kebanksentralan yang optimal. (mse)
Editor : Hanif