PONTIANAK POST - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyebut hilirisasi alumina jadi salah satu peluang mendorong ekonomi Kalbar yang selama ini masih banyak ditopang sektor pertambangan dan pengolahan mentah.
"Salah satu yang bisa menjadi pendorong adalah hilirisasi, terutama terkait alumina. Dari bauksit menjadi alumina, kemudian alumina menjadi aluminium, tentunya akan meningkatkan nilai tambah komoditas," kata Doni di Pontianak, pagi kemarin.
Tiap tahap pengolahan itu, menurutnya, ikut mendongkrak produktivitas dan membuka skala ekonomi baru di Kalbar.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Indonesia Bidik Swasembada Pangan Berkelanjutan
"Dengan adanya nilai tambah komoditas, secara bertahap akan meningkatkan produktivitas dan tentu saja akan ada penambahan skala ekonomi. Ini akan mendukung ekonomi Kalimantan Barat menjadi jauh lebih baik," ujarnya.
Kalau hilirisasi berjalan optimal, Doni menilai target pertumbuhan ekonomi Kalbar di kisaran 5 sampai 6 persen bukan hal yang mustahil dicapai.
Di luar sektor industri, BI Kalbar juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi, supaya sektor-sektor baru yang potensial ikut berkembang.
"Sehingga perlu menciptakan ekosistem yang lebih komprehensif dan praktis, bagaimana rekomendasi yang ada bisa lebih terintegrasi dan bisa mendorong sektor-sektor baru agar berkembang," jelasnya.
Untuk mempercepat realisasi investasi, Doni meminta pemerintah daerah memberi kemudahan dan kepastian bagi investor, termasuk soal lahan dan infrastruktur logistik.
"Yang paling penting adalah memberikan kemudahan dan kepastian investasi, terutama terkait lahan, kemudian membangun infrastruktur logistik agar komoditas mudah bergerak dan masyarakat juga mendapatkan manfaatnya," katanya.
Ia berharap penguatan hilirisasi tak cuma mengerek pertumbuhan ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.(mse)
Editor : Hanif