PONTIANAK POST – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menepis spekulasi yang mengaitkan molornya serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Kalbar dengan kasus tertentu. Belakangan ini riuh di media sosial, lamanya sertijab Kapolda Kalbar lantaran dugaan korupsi Sudianto alias Aseng, dimana netizen menyeret-nyeret keterlibatan Pipit.
Menurut Pipit, tertundanya sertijab murni disebabkan proses mutasi dan rotasi sejumlah perwira tinggi Polri yang belum seluruhnya rampung. Pernyataan itu disampaikan Pipit usai menghadiri syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Rabu (1/7).
"Kalau molor itu biasa. Karena harus klop juga. Misalnya pengganti saya punya jabatan yang jabatannya belum diisi. Sehingga perlu diisi. Atau sebelumnya juga ada promosi, yang saya gantikan juga perlu promosi, sehingga perlu posisi yang jelas dan pasti," ujarnya.
Pipit menjelaskan, proses mutasi pejabat tinggi Polri tidak berdiri sendiri. Pergantian satu jabatan berkaitan dengan jabatan lain sehingga harus disesuaikan secara berjenjang dan simultan.
Menurutnya, ada pula sejumlah jabatan di luar struktur tertentu yang membutuhkan keputusan presiden sebelum seluruh rangkaian mutasi dapat dituntaskan. "Ada juga yang di luar struktur itu perlu keputusan presiden. Nah, ini kan perlu proses," katanya.
Karena itu, ia menegaskan tidak ada persoalan lain di balik belum terlaksananya sertijab Kapolda Kalbar. Ia bahkan memilih tidak memberikan ruang bagi berbagai rumor yang berkembang di masyarakat.
"Kalau masalah rumor-rumor tidak perlu saya klarifikasi. Ngapain kalau hoaks, fitnah, dan yang lain-lain diklarifikasi. Nanti dibelok-belokkan lagi. Tidak perlu," tegasnya.
Pipit Respons Santai
Spekulasi mengenai molornya sertijab mencuat di tengah perhatian publik terhadap sejumlah perkara besar yang berdekatan dengan jadwal sertijab. Salah satunya kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) yang menyeret nama Sudianto alias Aseng.
Aseng ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung pada 21 Mei 2026. Ia disebut sebagai beneficial owner atau pihak yang mengendalikan serta menerima manfaat ekonomi dari PT QSS. Dalam penyidikannya, Kejagubg menemukan dugaan bahwa PT QSS, meski memiliki IUP yang sah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 210/DISTAMBEN/2016 tanggal 7 April 2016, melakukan aktivitas penambangan bauksit di luar wilayah izin yang diberikan.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi yang mengaitkan proses mutasi maupun penundaan sertijab Kapolda Kalbar dengan penanganan perkara tersebut. Menanggapi berbagai isu yang menyeret namanya, Pipit justru merespons dengan santai.
"Mungkin karena saking hebatnya saya, jadi enak sekali diserang-serang. Mungkin karena terkenal. Pak Pipit Rismanto cukup terkenal di sini. Alhamdulillah saya dikenal dengan baik, sehingga banyak dibantu menjadi lebih terkenal lagi," ucapnya sambil tersenyum.
Ia memastikan hingga kini masih menjalankan amanah sebagai Kapolda Kalbar dan tidak menghadapi persoalan apa pun. "Insya Allah tidak ada masalah. Kalau ada masalah saya, mungkin sudah tidak jadi kapolda lagi. Kami masih diberikan amanah, kami semua komitmen," katanya.
Pipit juga menegaskan seluruh jajaran Polri tetap berkomitmen menjaga integritas dan menghindari tindakan yang dapat mencederai institusi. "Kami Polri berkomitmen melaksanakan tugas yang terbaik dan menghindari hal-hal yang mencederai citra Polri," ujarnya.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, Irjen Pol Pipit Rismanto dipromosikan menjadi Kapolda Jawa Barat. Posisi Kapolda Kalbar selanjutnya akan diisi Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar yang sebelumnya menjabat Sekretaris Utama PPATK.
Pipit mengisyaratkan masa tugasnya di Kalbar akan segera berakhir. Pisah sambut dan sertijab diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat setelah sejumlah agenda dan proses administrasi selesai.
"Pisah sambut serah terima jabatan akan sebentar lagi. Kemarin memang masih banyak kegiatan yang tertunda, di antaranya AVC. Kemudian juga menunggu pejabat-pejabat lain yang bersamaan nanti untuk bisa serah terima jabatan," jelasnya.
Kenangan Baik di Kalbar
Kapolda yang telah memimpin Polda Kalbar selama sekitar tiga tahun tiga bulan itu mengaku memiliki kesan mendalam selama bertugas di Bumi Khatulistiwa. Menurutnya, kemajemukan masyarakat Kalbar justru menjadi kekuatan karena berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
"Saya merasa kerasan di Kalbar. Dari segala macam perbedaan dan kemajemukan yang ada, komunikasi berjalan dengan baik. Masyarakat bisa menerima segala sesuatu dan diajak komunikasi. Kalau ada masalah juga mudah diselesaikan. Yang penting semuanya punya niat baik," tuturnya.
Ia berharap masyarakat Kalbar dapat menerima pimpinan baru yang akan memimpin Polda Kalbar. Menurutnya, pergantian pemimpin tidak akan mengubah komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat. "Siapa pun pemimpinnya, tetap pengabdian adalah yang lebih utama," pungkasnya. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro