PONTIANAK POST – Manajemen Bandara Internasional Supadio menyiapkan kapasitas terminal kargo untuk mendukung peningkatan aktivitas ekspor-impor Kalimantan Barat setelah dibukanya penerbangan langsung Pontianak–Singapura.
Konektivitas baru tersebut diharapkan menjadi pintu perdagangan internasional sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan daerah.
General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan pihaknya menyambut positif masuknya maskapai internasional yang membuka rute langsung dari Pontianak ke Singapura.
"Kami mengapresiasi sejumlah maskapai luar yang telah memilih Bandara Internasional Supadio sebagai salah satu rute internasional. Kami berharap rute ini terus berkembang karena menjadi momentum penting membuka konektivitas Kalimantan Barat dengan dunia internasional melalui Singapura," kata Maya Damayanti dilansir Antara, Rabu (1/7).
Baca Juga: Kalbar Jajaki Penerbangan Langsung ke China demi Dongkrak Ekonomi dan Wisata
Terminal Kargo Berkapasitas 40 Ribu Ton per Tahun
Maya menjelaskan Bandara Supadio telah memiliki terminal kargo dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun. Hingga saat ini, kapasitas tersebut masih cukup untuk mengakomodasi peningkatan volume pengiriman barang dari Kalimantan Barat.
Menurutnya, pertumbuhan layanan kargo di Bandara Supadio terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir sehingga menjadi modal penting untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional.
"Kami sudah memiliki terminal kargo dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun dan saat ini masih tersedia kapasitas yang cukup. Perkembangan kargo di Bandara Supadio juga terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan menjadi salah satu yang pertumbuhannya tertinggi di Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur: Penerbangan Langsung Pontianak-Singapura Buka Peluang Wisata dan Investasi KalbarMenurut Maya, keberadaan terminal kargo yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam memanfaatkan penerbangan langsung menuju Singapura.
Bandara Changi dinilai memiliki peran strategis sebagai hub penerbangan internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia maupun kawasan lainnya. Kondisi tersebut membuka peluang distribusi komoditas ekspor Kalimantan Barat ke pasar global dengan waktu pengiriman yang lebih singkat.
Komoditas unggulan seperti hasil perikanan, produk perkebunan, hasil pertanian, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki prospek besar untuk dipasarkan ke luar negeri melalui layanan kargo udara.
Bandara Supadio Perkuat Fasilitas Logistik Internasional
Manajemen Bandara Supadio terus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar pelayanan logistik internasional dapat berjalan secara optimal.
Optimalisasi fasilitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri seiring bertambahnya konektivitas penerbangan internasional dari Kalimantan Barat.
Maya berharap Bandara Supadio dapat berkembang menjadi salah satu gerbang ekspor-impor strategis di Pulau Kalimantan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah di pasar global.
Baca Juga: Ria Norsan Dorong Bandara Supadio Jadi Gerbang Ekonomi Global, Rute Scoot Buka Peluang Baru bagi KalbarPenerbangan Internasional Jadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Maya mengatakan pembukaan rute internasional oleh maskapai Scoot pada Senin (29/6) menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas Kalimantan Barat dengan pasar internasional melalui Singapura.
Menurutnya, akses langsung menuju Bandara Changi tidak hanya meningkatkan mobilitas penumpang, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor, menarik investasi, dan mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Komitmen Tingkatkan Layanan dan Keselamatan Penerbangan
Bandara Supadio juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.
Selain mendukung konektivitas internasional, pengelola bandara juga terus mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan sebagai bagian dari upaya memberikan layanan terbaik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat melalui sektor transportasi udara.*
Editor : Uray Ronald