Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kunjungan Wisman ke Kalbar Tembus 14.754 pada Mei 2026, Wisatawan Malaysia Masih Mendominasi

Uray Ronald • Rabu, 1 Juli 2026 | 23:55 WIB
Gubernur Ria Norsan menyalami para penumpang yang terbang dengan rute yang baru yakni Pontianak–Singapura dan Singapura–Pontianak yang dilayani Scoot di Bandara Internasional Supadio. (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Ria Norsan menyalami para penumpang yang terbang dengan rute yang baru yakni Pontianak–Singapura dan Singapura–Pontianak yang dilayani Scoot di Bandara Internasional Supadio. (Adpim Pemprov Kalbar)

 

PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat 14.754 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat sepanjang Mei 2026. Sekitar 80 persen dari total kunjungan tersebut masuk melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan asing maupun wisatawan nusantara pada awal 2026 mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

"Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sepanjang awal 2026 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Kalimantan Barat," kata Muh Saichudin dilansir Antara, Rabu (1/7).

"Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya tingkat hunian hotel hingga bergairahnya sektor perdagangan, kuliner, dan usaha oleh-oleh di berbagai daerah tujuan wisata." 

Baca Juga: Kalbar Jajaki Penerbangan Langsung ke China demi Dongkrak Ekonomi dan Wisata

Wisatawan Malaysia Masih Mendominasi

Menurut Muh Saichudin, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan wisatawan asing ke Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut dipengaruhi kedekatan geografis antara Kalimantan Barat dan Sarawak serta tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Kalimantan Barat masih berasal dari Malaysia karena memang aksesnya paling dekat, terutama melalui Entikong," katanya.

Dominasi pintu masuk melalui PLBN Entikong menunjukkan kawasan perbatasan masih menjadi jalur utama mobilitas wisatawan asing menuju Kalimantan Barat.

Perjalanan Wisatawan Nusantara Naik 20,24 Persen

Selain kunjungan wisatawan mancanegara, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

BPS mencatat sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 6,33 juta perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Barat. Jumlah tersebut meningkat 20,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan mobilitas tersebut dinilai memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor yang berkaitan dengan pariwisata.

Dampak Terasa pada Hotel, Kuliner, hingga UMKM

Muh Saichudin menjelaskan meningkatnya mobilitas wisatawan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi.

Industri perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.

"Dengan adanya wisatawan maupun perjalanan bisnis, tentu akan berdampak pada tingkat hunian hotel, perdagangan, kuliner, hingga penjualan oleh-oleh. Semua itu akan menggerakkan perekonomian Kalimantan Barat," ujarnya.

Peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan sektor pariwisata tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku industri wisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga: Gubernur: Penerbangan Langsung Pontianak-Singapura Buka Peluang Wisata dan Investasi Kalbar

Tingkat Hunian Hotel Meningkat

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Mei 2026 mencapai 56,26 persen.

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan akomodasi, baik dari wisatawan maupun pelaku perjalanan dinas dan bisnis.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang tercatat 1,41 malam.

Meski relatif singkat, durasi tersebut menunjukkan tingginya frekuensi mobilitas pengunjung yang datang untuk berbagai keperluan, mulai dari wisata hingga kegiatan perdagangan dan pemerintahan.

Mobilitas Transportasi Ikut Meningkat

Peningkatan aktivitas wisata juga tercermin pada sektor transportasi.

Pada Mei 2026, jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke Kalimantan Barat mencapai 100.778 orang, sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 95.681 orang.

Sementara itu, angkutan laut mencatat 8.252 penumpang datang dan 7.132 penumpang berangkat selama periode yang sama.

Menurut Muh Saichudin, meningkatnya arus kedatangan melalui jalur udara, laut, maupun darat menunjukkan Kalimantan Barat semakin diminati sebagai tujuan perjalanan sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan dan investasi.

Konektivitas Internasional Dinilai Membuka Peluang Baru

Muh Saichudin menilai semakin terbukanya konektivitas internasional, termasuk beroperasinya penerbangan langsung Pontianak–Singapura serta rencana pembukaan rute internasional lainnya, berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kalimantan Barat.

Namun, ia menekankan momentum tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas destinasi wisata, infrastruktur, dan layanan pariwisata agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

"Momentum tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas destinasi wisata, infrastruktur, serta layanan pariwisata agar dampak ekonomi yang dihasilkan semakin optimal," katanya.

Baca Juga: Pembukaan PLB Temajuk Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga, Banyak Keluarga Menggantungkan Hidup dari Ramainya Wisata Pantai

BPS menilai tren positif ini menunjukkan Kalimantan Barat mulai berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata berbasis kawasan perbatasan, tetapi juga sebagai tujuan perjalanan bisnis, perdagangan, dan investasi.

"Dengan dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik serta pengembangan destinasi unggulan, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat dalam beberapa tahun ke depan," ujar Muh Saichudin.*

Editor : Uray Ronald
#wisatawan mancanegara Kalbar #tingkat hunian hotel Kalbar #Pariwisata Kalbar #BPS Kalimantan Barat #plbn entikong