Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

BNPB: Kalbar Jadi Salah Satu Wilayah dengan Hujan Tertinggi di Tengah Kemarau, Curah Hujan Capai 76 Milimeter per Hari

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 3 Juli 2026 | 23:08 WIB
Ilustrasi hujan. (DOK PONTIANAK POST)
Ilustrasi hujan. (DOK PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kalimantan Barat masih mengalami hujan anomali di tengah meluasnya musim kemarau di Indonesia. Curah hujan di provinsi ini mencapai 76 milimeter per hari pada periode akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Angka tersebut menjadikan Kalimantan Barat sebagai salah satu wilayah dengan intensitas hujan tertinggi di Indonesia. Curah hujan yang lebih tinggi hanya tercatat di Kepulauan Riau dengan intensitas mencapai 81 milimeter per hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hujan ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar garis ekuator meskipun musim kemarau terus meluas.

"Meskipun musim kemarau semakin meluas, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian utara dan sekitar ekuator," kata Abdul di Jakarta, Jumat (3/7).

Dipicu Dinamika Atmosfer Global

BNPB menjelaskan kondisi basah di Kalimantan Barat dipengaruhi aktifnya sejumlah fenomena atmosfer global dan kuatnya labilitas udara di wilayah sekitar ekuator.

Fenomena tersebut dipicu aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) di sebagian daratan Papua. Selain itu, pertumbuhan awan hujan juga dipengaruhi pergerakan Gelombang Kelvin di sebagian Sumatera dan Kalimantan serta Gelombang Rossby Ekuatorial di Papua.

Menurut Abdul, dinamika atmosfer skala global tersebut diperkuat oleh peningkatan aktivitas konvektif di sekitar wilayah ekuator, termasuk Kalimantan Barat.

BNPB Minta Daerah Tetap Waspada

Di saat Kalimantan Barat masih mengalami kondisi basah, sejumlah daerah lain di Indonesia justru didominasi cuaca panas. BNPB mencatat terdapat 493 titik pengamatan yang mengalami Hari Tanpa Hujan kategori panjang serta suhu udara di atas 35 derajat Celsius di Lampung, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Di Kalimantan Barat, hujan yang masih terjadi di tengah musim kemarau berpotensi menyebabkan genangan dan banjir lokal di sejumlah wilayah. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Musim Kemarau Indonesia #BNPB Kalimantan Barat #hujan Kalimantan Barat #hujan anomali Kalbar #curah hujan Kalbar