PONTIANAK POST - Anjloknya harga Durian Musang King di Malaysia akibat panen raya tidak hanya menjadi kabar bagi pencinta durian.
Momentum tersebut juga membuka ruang bagi durian lokal Kalimantan Barat untuk membangun identitas sebagai komoditas unggulan dengan karakter rasa yang berbeda, tanpa harus bersaing langsung di segmen yang sama.
Musang King Malaysia Sedang Hadapi Koreksi Pasar
Musim panen raya atau yang dikenal sebagai fenomena durian tsunami membuat harga Musang King di Malaysia turun tajam.
Baca Juga: Durian Tsunami Malaysia Bikin Harga Anjlok, Musang King Dibagikan Gratis
Melimpahnya pasokan dari sejumlah wilayah penghasil seperti Perak, Penang, dan Johor menyebabkan harga Musang King sempat menyentuh sekitar RM9 per kilogram, terutama untuk buah yang tidak masuk kategori ekspor.
Meski demikian, pelaku industri durian Malaysia menilai buah berkualitas premium yang memenuhi standar ekspor tetap memiliki nilai jual tinggi karena didukung merek dan pasar internasional yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Durian Lokal Kalbar Bermain di Segmen Berbeda
Berbeda dengan Musang King yang menyasar pasar premium, durian lokal Kalbar umumnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik.
Di Kabupaten Kayong Utara misalnya, hasil panen durian dijual per buah dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp15.000, bahkan sebagian diolah menjadi dodol dan produk turunan lainnya untuk meningkatkan nilai ekonomi.
Baca Juga: Durian Musang King 1 Ringgit Ludes Lima Menit, Warga Rela Antre Demi Nikmati Raja Buah
Karakter pasar yang berbeda membuat anjloknya harga Musang King di Malaysia tidak memberikan dampak signifikan terhadap petani durian lokal Kalbar.
Justru saat musim panen tiba, permintaan terhadap durian lokal tetap tinggi di berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga Kabupaten Ketapang.
Saatnya Durian Kalbar Naik Kelas
Peluang durian lokal Kalbar untuk berkembang tidak hanya bergantung pada harga, tetapi juga pada kualitas dan identitas produknya.
Berbagai varietas lokal, seperti Durian Jemongko asal Kabupaten Sanggau, mulai mendapat perhatian karena memiliki cita rasa yang khas.
Ke depan, pengembangan varietas unggulan lokal, penguatan merek, peningkatan kualitas budidaya, hingga pengolahan pascapanen itu menjadi kunci.
Supaya durian Kalbar tidak hanya dikenal sebagai buah musiman, tetapi juga mampu menjadi komoditas bernilai tinggi yang dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Baca Juga: 6 Jenis Durian Paling Populer di Indonesia: dari Bawor hingga Musang King, Mana Favorit Kamu?
Meski belum berada di level Musang King Malaysia, peluang durian lokal Kalbar untuk naik kelas terbuka lebar jika didukung strategi pengembangan yang berkelanjutan.
Pengalaman Musang King menunjukkan bahwa harga premium tidak hanya ditentukan kualitas buah, tetapi juga konsistensi produksi, standar budidaya, identitas merek, dan akses pasar internasional.
Faktor-faktor tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi durian lokal Kalimantan Barat apabila ingin meningkatkan nilai jualnya dalam jangka panjang. (*)
Editor : Miftahul Khair