Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Wulan Deasy Riandayani Pimpin IPK Indonesia Wilayah Kalbar Periode 2026–2030

haryadi PP • Senin, 6 Juli 2026 | 11:46 WIB
Wulan Deasy Riandayani (depan) bersama pengurus IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat Periode 2026–2030 berfoto bersama. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
Wulan Deasy Riandayani (depan) bersama pengurus IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat Periode 2026–2030 berfoto bersama. (HARYADI/PONTIANAKPOST)

PONTIANAK POST - Wulan Deasy Riandayani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, terpilih sebagai Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Barat periode 2026–2030 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Neo Pontianak, Sabtu (4/7).

Muswil mengusung tema "Bersama Memahami, Bersama Bertumbuh" sebagai komitmen memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan psikologi klinis bagi masyarakat.

Wulan mengatakan tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi seluruh psikolog klinis untuk terus bertumbuh melalui penguatan kompetensi, organisasi, dan pelayanan profesional.

Baca Juga: Dokter Tifa Tolak Restorative Justice dalam Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi, Penonton Sidang Bersorak

"Melalui kebersamaan, kami ingin terus meningkatkan kualitas pelayanan psikologi klinis yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat berdiri pada 8 Februari 2017 sebagai organisasi profesi yang mewadahi psikolog klinis di provinsi ini.

Sejak berdiri, organisasi dipimpin Yuni Djuachiriaty untuk periode 2017–2021, kemudian Umi Kalsum pada periode 2021–2026, sebelum tongkat estafet kepemimpinan kini dipercayakan kepada Wulan.

Menurut Wulan, setiap kepengurusan telah memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme anggota dalam memberikan layanan kesehatan mental.

Baca Juga: Konferensi II Gerdayak Kalbar, Perkuat Kaderisasi Pemuda Dayak Berintegritas

Selama ini, IPK Indonesia Kalbar rutin menggelar seminar, webinar, kegiatan ilmiah, edukasi kesehatan mental, pendampingan anggota, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi profesi.

Organisasi juga terus mendorong tertib administrasi melalui Sistem Informasi Manajemen Administrasi Keanggotaan (SIMAK) sebagai basis data nasional.

"Ke depan, IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat akan terus meningkatkan kapasitas anggota melalui kegiatan ilmiah berkelanjutan, memperluas kolaborasi lintas sektor, memperkuat pemerataan layanan psikologi klinis, serta mendukung program kesehatan mental masyarakat bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan," katanya.

Baca Juga: Perkuat Empati dan Semangat Rela Berkorban, Organisasi Buruh Tebar Kurban untuk Warga Pontianak

Hingga Muswil 2026, sebanyak 32 psikolog klinis telah terdaftar dan terverifikasi dalam SIMAK IPK Indonesia.

Mereka tersebar di Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Sintang, Sambas, Sekadau, Melawi, Kubu Raya, Ketapang, dan Bengkayang sehingga menjadi modal penting untuk memperluas akses layanan kesehatan mental di Kalimantan Barat.

Wulan menegaskan organisasinya akan terus memperkuat jejaring profesi, meningkatkan mutu layanan psikologi klinis, serta mendukung pembangunan kesehatan mental melalui layanan yang profesional, beretika, dan berbasis bukti ilmiah. (yad/ser)

 

Editor : Hanif
#IPK Indonesia #psikolog klinis #kalbar #kesehatan mental