PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson menegaskan, integritas, disiplin, kejujuran, dan kerja keras merupakan modal utama yang harus dimiliki generasi muda. Terutama bagi mereka yang ingin menjadi pemimpin yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Menurut Harisson yang juga Ketua Umum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalbar itu, kualitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berorganisasi, tetapi juga dibangun melalui pembentukan karakter yang kuat selama proses perkaderan.
“Ketika nanti sudah selesai berproses di HMI, nilai-nilai keimanan, integritas, disiplin, kejujuran, dan kerja keras harus tetap melekat dalam diri saudara sekalian," ujarnya saat menjadi narasumber pada Closing Ceremony Latihan Kader (LK) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang, baru-baru ini.
Baca Juga: Ria Norsan Buka Forprov II KORMI Kalbar: Gubernur Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Harisson mengatakan, kader organisasi juga dituntut terus meningkatkan kapasitas diri dengan menguasai ilmu pengetahuan, dan teknologi. Menurut dia, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki integritas, tetapi juga kompetensi yang memadai.
"Organisasi ini harus melahirkan kader yang beriman, bertakwa, berintegritas tinggi, sekaligus memiliki kompetensi, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Itulah bekal untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan bangsa," katanya.
Selain itu, Harisson mendorong kader HMI memperluas jejaring hingga tingkat nasional maupun internasional. Jejaring yang luas dinilai membuka peluang untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar kepedulian terhadap persoalan publik diiringi dengan kemampuan berpikir kritis dan berbasis data. Mahasiswa, kata dia, memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan.
Baca Juga: OJK Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Drama China dan Investasi Online
"Pemerintah tentu tidak sempurna. Karena itu kami membutuhkan masukan dari mahasiswa. Tetapi sebelum menyampaikan kritik atau aspirasi, pelajari dulu datanya dengan baik, bandingkan dengan teori yang dipelajari di kampus, lalu sampaikan secara objektif, dan konstruktif. Dengan begitu, kritik yang diberikan benar-benar menjadi solusi," tegasnya.
Harisson juga berpesan agar para alumni HMI mampu menjadi insan yang mandiri, profesional, serta memiliki daya saing tinggi. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kompetensi dan integritas menjadi faktor utama untuk memperoleh kepercayaan.
"Jangan pernah berharap berhasil karena kedekatan dengan seseorang. Tingkatkan kompetensi, jaga integritas, dan tunjukkan kemampuan. Orang yang berkualitas akan selalu dicari dan diberi kepercayaan, termasuk di lingkungan pemerintahan," pesannya.
Menutup pemaparannya, Harisson mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, budaya belajar sepanjang hayat. Termasuk kesiapan menghadapi tantangan Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) yang harus menjadi bekal penting, agar tetap mampu bersaing.
"Dunia berubah sangat cepat. Jangan berhenti belajar. Kuasai teknologi, manfaatkan digitalisasi secara bijak, dan terus tingkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi Kalbar, dan Indonesia,” pesannya.(bar/r)
Editor : Hanif