PONTIANAK POST - Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar resmi mengemban amanah sebagai Kapolda Kalimantan Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi jabatan yang dilakukan Kapolri terhadap sejumlah perwira tinggi Polri.
Di balik rotasi tersebut, perjalanan karier Alberd memperlihatkan satu pola yang menarik. Selama lebih dari 30 tahun berdinas di Polri, perwira lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu berulang kali dipercaya menempati jabatan strategis.
Ia memulainya dari bidang penegakan hukum, pengelolaan operasi kepolisian, hingga lembaga negara di luar struktur Polri.
Baca Juga: Profil Alberd Teddy Sianipar, Jejak Karier Dua Jalur yang Mengantarkannya Menjadi Kapolda Kalbar
Konsisten Dipercaya di Bidang Penegakan Hukum
Karier Alberd diawali di fungsi reserse, jalur yang kemudian menjadi fondasi pengabdiannya di Polri.
Beberapa jabatan seperti Kapolres Pematangsiantar, Kapolres Karo, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah menunjukkan konsistennya penugasan di bidang penegakan hukum.
Alih-alih berpindah ke berbagai fungsi kepolisian, Alberd justru mengembangkan kariernya di bidang yang membutuhkan kemampuan penyelidikan, penyidikan, dan pengungkapan perkara.
Rekam jejak tersebut juga menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam profil kariernya yang beredar.
Baca Juga: Irjen Alberd Teddy: Lulusan Terbaik Akpol Kini Pimpin Polda Kalbar, Berikut Rekam Jejaknya
Naik ke Level Pengelolaan Operasi
Seiring meningkatnya pengalaman, ruang lingkup tanggung jawab Alberd ikut berkembang. Ia tidak lagi hanya menangani aspek penegakan hukum, tetapi mulai dipercaya mengelola operasi dan perencanaan organisasi.
Hal itu terlihat ketika Alberd dipercaya menjabat Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya.
Jabatan tersebut menuntut kemampuan menyusun rencana pengamanan, mengoordinasikan operasi kepolisian, hingga memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai strategi yang telah ditetapkan.
Kepercayaan itu berlanjut saat ia menjabat Kepala Biro Pengkajian dan Strategi (Karojianstra) Sops Polri. Posisi ini berada pada level yang lebih strategis karena berkaitan dengan penyusunan kebijakan dan perencanaan operasi kepolisian secara nasional.
Penugasan di PPATK Jadi Pembeda
Pola karier Alberd kembali berkembang ketika ia mendapat penugasan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Pada 2024, ia dipercaya sebagai Sekretaris Utama PPATK, jabatan yang mengoordinasikan tata kelola organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan tugas lembaga dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
Baca Juga: Kapolri Lantik Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar Jadi Kapolda Kalbar, Gantikan Pipit Rismanto
Penugasan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang menonjol dalam perjalanan karier Alberd. Tidak banyak perwira Polri yang memperoleh kepercayaan menduduki jabatan tinggi di lembaga negara di luar struktur kepolisian sebelum kembali memimpin kewilayahan.
Benang Merah Karier Menuju Kapolda Kalbar
Jika dicermati, perjalanan Alberd bukan sekadar rangkaian promosi jabatan. Ada pola yang berulang, yakni kepercayaan institusi untuk menempatkannya pada posisi-posisi strategis dengan lingkup tanggung jawab yang terus meningkat.
Kariernya berkembang dari penanganan perkara di tingkat operasional, berlanjut ke pengelolaan operasi kepolisian, kemudian perencanaan strategi nasional, hingga tata kelola lembaga negara.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa Alberd tidak hanya dibentuk sebagai penyidik, tetapi juga sebagai manajer organisasi.
Kini, pengalaman lintas bidang itu menjadi bekal Alberd memimpin Polda Kalimantan Barat.
Pengalaman di bidang reserse, operasi kepolisian, perencanaan strategis, hingga tata kelola lembaga negara menjadi modal penting bagi Alberd dalam memimpin Polda Kalimantan Barat yang memiliki tantangan keamanan perbatasan, kejahatan lintas negara, dan dinamika masyarakat yang beragam. (*)
Editor : Miftahul Khair