PONTIANAK POST - Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar resmi mengemban tugas sebagai Kapolda Kalimantan Barat setelah dilantik Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks di provinsi perbatasan tersebut.
Rekam jejak Alberd Teddy yang banyak ditempa di bidang reserse, operasi kepolisian hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kini akan diuji dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara di Kalbar.
Baca Juga: Polda Kalbar Ingatkan Warga Waspadai Penipuan yang Catut Nama Kapolda Irjen Alberd Teddy Sianipar
Rekam Jejak yang Relevan dengan Karakter Kalbar
Berdasarkan rekam kariernya, Alberd Teddy pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Dirreskrimum Polda Sulawesi Tengah, Karoops Polda Metro Jaya, Karojianstra Sops Polri, Sekretaris Utama PPATK hingga Staf Ahli Sosial Politik Kapolri sebelum dipercaya memimpin Polda Kalbar.
Pengalaman tersebut memperlihatkan perpaduan kemampuan penyidikan, manajemen operasi, dan koordinasi lintas lembaga.
Walau demikian, hingga kini tidak ada pernyataan resmi Kapolri yang menyebut rekam jejak tersebut menjadi alasan khusus penempatan Alberd Teddy di Kalimantan Barat.
Karena itu, hubungan antara pengalaman Alberd Teddy dengan tantangan Kalbar merupakan analisis berdasarkan karakteristik jabatan yang pernah diembannya, bukan penjelasan resmi Polri.
Tantangan Perbatasan
Berdasarkan laporan Antara (16/7/2025), sepanjang Mei hingga awal Juli 2025, Ditresnarkoba Polda Kalbar mengungkap delapan kasus dengan barang bukti 27,1 kilogram sabu dan 2.367 butir ekstasi yang diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 222 ribu jiwa.
Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari jasa pengiriman, transaksi daring hingga jalur tidak resmi di kawasan perbatasan.
Kemudian, dalam laporan Humas Polri (31/12/2025), hingga akhir 2025, Polda Kalbar kembali mengungkap 24 perkara narkotika dengan 30 tersangka dan memperkirakan 95.593 jiwa berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba.
Kejahatan Tidak Lagi Berdiri Sendiri
Selain narkotika, Polda Kalbar juga menghadapi tantangan penyelundupan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga kejahatan ekonomi yang memanfaatkan wilayah perbatasan.
Dalam dokumen Rencana Strategis Polda Kalbar, penindakan TPPO, penguatan transparansi penegakan hukum, dan peningkatan kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu prioritas organisasi.
Di sinilah pengalaman Alberd Teddy di bidang reserse, operasi kepolisian, dan PPATK berpotensi menjadi modal.
Baca Juga: Profil Alberd Teddy Sianipar, Jejak Karier Dua Jalur yang Mengantarkannya Menjadi Kapolda Kalbar
Pengalaman tersebut setidaknya memberikan bekal dalam mengintegrasikan penyidikan lapangan dengan koordinasi lintas instansi, termasuk ketika menghadapi kejahatan yang melibatkan jaringan terorganisasi dan aliran dana.
Bagian ini merupakan analisis redaksi berdasarkan rekam jabatan Alberd Teddy dan karakteristik ancaman keamanan di Kalimantan Barat.
Ujian Sebenarnya Ada di Lapangan
Pelantikan Alberd Teddy sebagai Kapolda Kalbar baru menjadi langkah awal. Ukuran keberhasilannya kelak tidak hanya ditentukan oleh rekam jejak yang dibawa dari penugasan sebelumnya, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab tantangan nyata di lapangan.
Mulai dari memutus jalur narkotika lintas negara, memperkuat pemberantasan TPPO, hingga meningkatkan efektivitas penegakan hukum di wilayah perbatasan. Itulah ekspektasi yang kini mengiringi kepemimpinan baru di Polda Kalbar. (*)
Editor : Miftahul Khair