PONTIANAK POST – Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat masih mencatat surplus karena nilai ekspor tetap lebih tinggi dibandingkan impor.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan nilai ekspor Kalbar pada Mei 2026 tercatat sebesar USD160,68 juta, turun 19,16 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai USD198,77 juta.
"Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Barat selama Januari hingga Mei 2026 mencapai USD826,68 juta atau turun 2,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kalimantan Barat yang dirilis baru-baru ini.
Baca Juga: Harga Jual Masih Jadi Ganjalan Ekspor Listrik Hijau Indonesia ke Singapura
Saichudin menjelaskan, ekspor Kalbar masih didominasi oleh Bahan Kimia Anorganik yang menyumbang 74,70 persen dari total ekspor atau senilai USD120,02 juta. Komoditas terbesar berikutnya adalah Berbagai Produk Kimia sebesar USD15,27 juta atau 9,50 persen, serta Lemak dan Minyak Hewan/Nabati senilai USD7,72 juta atau 4,80 persen.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor Kalbar dengan nilai USD79,17 juta. Posisi berikutnya ditempati India sebesar USD26,68 juta dan Belanda sebesar USD16,51 juta. Ketiga negara tersebut berkontribusi sekitar 76,15 persen terhadap total ekspor Kalbar pada Mei 2026.
Sementara itu, nilai impor Kalbar pada Mei 2026 justru mengalami peningkatan. BPS mencatat impor mencapai USD99,52 juta, naik 19,10 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar USD83,56 juta.
"Secara kumulatif Januari–Mei 2026, nilai impor mencapai USD371,54 juta atau meningkat 126,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Saichudin.
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Kalbar Meningkat pada Juni 2026, Sintang dan Ketapang Tertinggi
Menurutnya, impor Kalbar didominasi oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik yang menyumbang 48,90 persen dari total impor atau senilai USD48,67 juta. Selanjutnya Bahan Bakar Mineral sebesar USD18,86 juta dan Bahan Kimia Anorganik sebesar USD12,87 juta.
Adapun negara asal impor terbesar masih didominasi Tiongkok dengan nilai USD60,66 juta atau sekitar 60,95 persen dari total impor Kalbar. Disusul Malaysia sebesar USD22,27 juta dan Singapura sebesar USD5,54 juta.
Meskipun ekspor menurun dan impor meningkat, Kalimantan Barat masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD61,16 juta pada Mei 2026. Namun, surplus tersebut lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai USD115,21 juta.
Secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, surplus neraca perdagangan Kalimantan Barat masih mencapai USD455,14 juta, mencerminkan nilai ekspor yang tetap lebih besar dibandingkan impor sepanjang lima bulan pertama tahun ini. (mse)
Editor : Hanif