PONTIANAK POST - Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar resmi mengemban amanah sebagai Kapolda Kalimantan Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Pergantian pimpinan kepolisian di tingkat daerah ini tak hanya menjadi perhatian karena sosok pejabat yang dilantik, tetapi juga memunculkan pertanyaan yang boleh jadi penting.
Apa sebenarnya tugas seorang Kapolda? Banyak yang menganggap Kapolda hanya bertugas memimpin penangkapan pelaku kejahatan.
Padahal tanggung jawabnya jauh lebih luas, mulai dari menjaga keamanan daerah, membina personel, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi lainnya.
Kapolda Bukan Hanya Memimpin Penegakan Hukum
Dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolda merupakan pimpinan kepolisian di tingkat provinsi yang bertanggung jawab kepada Kapolri.
Selain mengoordinasikan penegakan hukum, Kapolda juga memimpin penyelenggaraan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Artinya, keberhasilan seorang Kapolda tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kondisi keamanan wilayah, kualitas pelayanan kepolisian, hingga pembinaan terhadap seluruh personel di jajaran Polda.
Baca Juga: Polda Kalbar Ingatkan Warga Waspadai Penipuan yang Catut Nama Kapolda Irjen Alberd Teddy Sianipar
Menjaga Stabilitas Daerah Menjadi Tanggung Jawab Utama
Dalam undang-undang yang sudah disebut di atas, sebagai kepala kepolisian di tingkat provinsi, Kapolda juga berperan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Tugas tersebut mencakup pengamanan agenda nasional maupun daerah, penanganan konflik sosial, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penguatan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Peran ini menjadi penting karena keamanan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga kolaborasi lintas instansi pemerintah.
Alberd Teddy Datang dengan Bekal Beragam Pengalaman
Dalam konteks Kalimantan Barat, Alberd Teddy membawa pengalaman yang cukup beragam. Sebelum dipercaya menjadi Kapolda Kalbar, ia pernah bertugas di bidang reserse, operasi kepolisian, perencanaan strategis Polri, hingga menjabat Sekretaris Utama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Rekam jejak tersebut menunjukkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan penyidikan perkara pidana, tetapi juga pengelolaan organisasi dan koordinasi lintas lembaga.
Hingga kini, Polri belum menyampaikan pernyataan resmi bahwa pengalaman tersebut menjadi dasar penunjukan Alberd Teddy sebagai Kapolda Kalbar.
Karenanya, publik baru dapat menilai implementasi pengalaman tersebut setelah berbagai kebijakan dan program kerja dijalankan di Polda Kalbar.
Tantangan Kapolda Kalbar Lebih Luas dari Sekadar Mengungkap Kasus
Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kalimantan Barat memiliki tantangan keamanan yang beragam, mulai dari peredaran narkotika lintas negara, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan, hingga pengamanan kawasan perbatasan.
Pada sisi lain, Kapolda juga dituntut menjaga kualitas pelayanan publik kepolisian, membina ribuan personel, serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di seluruh wilayah hukum Polda Kalbar.
Dengan demikian, pergantian Kapolda tidak sekadar pergantian pejabat. Jabatan tersebut membawa tanggung jawab strategis dalam memimpin organisasi kepolisian di tingkat provinsi.
Sekaligus memastikan keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara seimbang sesuai tugas pokok Polri.
Editor : Miftahul Khair