Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Edukasi sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu Bersalin, Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Sasar Puskesmas Saigon

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:54 WIB
Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak bersama ibu hamil di UPT Puskesmas Saigon usai kegiatan edukasi persiapan persalinan untuk mewujudkan ibu yang mandiri, sehat, dan siap melahirkan.
Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak bersama ibu hamil di UPT Puskesmas Saigon usai kegiatan edukasi persiapan persalinan untuk mewujudkan ibu yang mandiri, sehat, dan siap melahirkan.

PONTIANAK POST -Dalam upaya mewujudkan persalinan yang aman, sehat, dan bahagia, tim dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Bekerja sama dengan Puskesmas Saigon, tim dosen menggelar edukasi intensif mengenai persiapan menjelang persalinan di dua Kelas Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Saigon, Kota Pontianak.

Wilayah kerja Puskesmas Saigon merupakan salah satu wilayah binaan strategis bagi Poltekkes Kemenkes Pontianak dalam mengimplementasikan program-program kesehatan berbasis masyarakat. Kepala tim pengabdian, Rini Sulistiawati, S.Si.T., M.Keb., menegaskan bahwa edukasi ini bukan sekadar memberikan informasi medis, melainkan sebuah langkah penting untuk memberdayakan ibu hamil agar mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya sendiri.

"Edukasi persiapan persalinan ini adalah bentuk investasi untuk memberdayakan ibu hamil. Ketika seorang ibu memahami hak-haknya, mengenali tanda bahaya, dan tahu apa yang harus dipersiapkan, mereka tidak lagi menjadi objek pasif dalam proses melahirkan, melainkan agen aktif yang mandiri dan siap secara fisik maupun psikologis," ujar Rini.

Baca Juga: Warga Pontianak Kini Bisa Cek Kesehatan Gratis Tanpa Harus Datang ke Puskesmas

Pendekatan Interaktif dan Praktis dalam Pembelajaran

Sebagai institusi pendidikan kesehatan di Kalimantan Barat, Poltekkes Kemenkes Pontianak berkomitmen kuat untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi melalui penguatan kapasitas masyarakat. Melalui sinergi tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan, kegiatan PkM ini difasilitasi bersama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Saigon.

Sesi edukasi dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan interaksi langsung dengan peserta melalui pendekatan demonstrasi, diskusi dua arah, serta praktik langsung. Materi komprehensif yang dibedah dalam kelas tersebut meliputi:

  1. Konsep dan Kebutuhan Dasar Persalinan: Penjelasan mengenai konsep persalinan, tahapan persalinan, tanda-tanda awal persalinan, karakteristik kontraksi uterus, hingga pemenuhan kebutuhan dasar selama persalinan (seperti pentingnya dukungan suami/keluarga, asupan nutrisi makan dan minum yang cukup, serta kelancaran eliminasi);
  2. Manajemen Persalinan dan Prosedur Medis: Tips praktis mengurangi nyeri persalinan secara alami, variasi posisi persalinan yang nyaman, estimasi waktu yang tepat untuk menuju fasilitas kesehatan, prosedur medis yang mungkin dilalui, serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama proses persalinan berlangsung;
  3. Kemandirian Pemantauan dan Deteksi Dini: Cara memantau perkembangan persalinan awal secara mandiri di rumah, mengenali tanda bahaya persalinan, serta latihan langsung pemantauan persalinan kala I fase laten. Untuk memperkuat pemahaman, para ibu hamil juga diajak melakukan diskusi kelompok dan studi kasus kontekstual mengenai pengenalan tanda bahaya serta kapan waktu kritis mereka harus segera menuju ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga: DPRD Pontianak Soroti Gedung Puskesmas Purnama yang Belum Digunakan Usai Renovasi

Dampak Positif dan Keberlanjutan Program

Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan rasa percaya diri yang signifikan pada para peserta. Banyak ibu hamil mengungkapkan bahwa melalui latihan praktis dan studi kasus tersebut, mereka kini merasa lebih berdaya, tenang, dan tidak lagi cemas menghadapi proses persalinan karena telah memiliki panduan persiapan yang jelas dan mandiri.

Pihak Puskesmas Saigon menyambut baik pendekatan pemberdayaan yang diusung oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak ini. Kepala Puskesmas Saigon, dr. Mardiah, menyampaikan bahwa kemandirian ibu dan keluarga dalam memantau persalinan awal serta mengenali tanda bahaya sangat membantu mempercepat penanganan medis. Langkah ini efektif untuk mencegah keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga yang sering kali menjadi pemicu komplikasi persalinan. Pihak puskesmas juga berharap kolaborasi edukasi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Melalui kemitraan yang kokoh antara perguruan tinggi dan Puskesmas Saigon, diharapkan program pemberdayaan ibu bersalin ini dapat terus berjalan. Upaya promotif dan preventif ini diyakini mampu memperkuat derajat kesehatan ibu dan anak, serta memastikan setiap perempuan di Kota Pontianak dapat menjalani proses melahirkan dengan aman, bermartabat, dan penuh percaya diri.(iza/ser)

Editor : Hanif
#edukasi ibu hamil #puskesmas #Poltekkes Kemenkes Pontianak #persalinan