Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jelang Ekspedisi Merah Putih, Penjahit Lokal Kebagian Pesanan 1.000 Bendera untuk Perbatasan Temajuk

Meidy Khadafi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:05 WIB
Penjahit lokal mengerjakan pesanan 1.000 bendera merah putih yang bakal dikibarkan dalam Ekspedisi Merah Putih di Kabupaten Sambas jelang hari kemerdekaan. (ISTIMEWA)
Penjahit lokal mengerjakan pesanan 1.000 bendera merah putih yang bakal dikibarkan dalam Ekspedisi Merah Putih di Kabupaten Sambas jelang hari kemerdekaan. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Persiapan Ekspedisi Merah Putih yang akan digelar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia tak hanya menjadi simbol semangat kebangsaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

Sebanyak 1.000 bendera tersebut akan digunakan dalam Ekspedisi Merah Putih yang diinisiasi Rumah Jurnalis bersama MyPertamina pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Pesanan bendera Merah Putih yang bakal dikibarkan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit.

Pembuatan ribuan bendera tersebut dipercayakan kepada Ilham Collection yang melibatkan empat penjahit untuk menyelesaikan seluruh pesanan.

Baca Juga: Ekspedisi Bumi Celebes Berlanjut, GEAR ULTIMA Singkap Pesona Alam, Budaya dan Jalur Touring Seru dari Palu hingga Gorontalo

Bagi mereka, pekerjaan ini bukan sekadar memenuhi permintaan pelanggan, tetapi juga menghadirkan tambahan penghasilan di tengah rutinitas menjahit pakaian dan menerima jasa permak.

Kegiatan ini akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional dan lokal Kalimantan Barat yang akan mengibarkan ribuan bendera di Desa Temajuk sebagai simbol cinta Tanah Air dan penguatan nasionalisme di wilayah perbatasan.

Salah seorang penjahit, Sarah, mengaku pesanan 1.000 bendera merupakan yang terbesar sekaligus pertama kali diterimanya selama menekuni profesi sebagai penjahit.

"Kalau untuk bendera, baru kali ini mendapat pesanan sebanyak ini. Biasanya kami lebih banyak mengerjakan jahitan pakaian atau permak," ujarnya di Pontianak baru-baru ini.

Baca Juga: Rasau Jaya Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Baru Lewat Ekspedisi Patriot

Menurut Sarah, proses pembuatan bendera relatif lebih sederhana dibanding menjahit pakaian karena hanya menggunakan pola jahitan lurus. Meski jumlahnya mencapai seribu lembar, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap bersama tiga penjahit lainnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini sekitar 400 bendera telah selesai dikerjakan. Seluruh pesanan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga pekan tanpa mengabaikan pesanan pelanggan lainnya yang juga harus diselesaikan.

Lebih dari nilai ekonominya, Sarah mengaku bangga dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Alhamdulillah bangga sekali karena baru pertama kali menjahit bendera Merah Putih dalam jumlah sebanyak ini. Nantinya bendera-bendera itu akan dikibarkan di perbatasan Indonesia, jadi ada rasa haru juga," tuturnya.

Selain menggaungkan semangat kebangsaan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk menggerakkan pelaku UMKM lokal yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan melalui keterampilan dan karya mereka. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
penjahit lokal Ekspedisi Merah Putih pengibaran bendera perbatasan RI Malaysia