PONTIANAK POST – Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan komitmennya memperkuat daya saing produk kerajinan lokal agar mampu menembus pasar internasional. Komitmen itu sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", yang digelar di Makassar, Jumat (10/7).
Menurut Yanieta, tema tersebut selaras dengan upaya Dekranasda Kota Pontianak dalam membina pelaku UMKM dan perajin agar menghasilkan produk berkualitas, inovatif, serta mampu mengikuti perkembangan pasar global.
"Kami ingin perajin Kota Pontianak tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional," ujarnya.
Baca Juga: KUR Pontianak Belum Capai Target, Wali Kota Minta Perbankan Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Ia mengatakan, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan pemasaran digital, serta penggunaan bahan baku ramah lingkungan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing kerajinan daerah.
Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, hingga keikutsertaan dalam pameran, Dekranasda Pontianak terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin.
"Produk kerajinan merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga sekaligus dikembangkan. Dengan inovasi dan kualitas yang baik, saya yakin perajin Pontianak mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tambahnya.
Semangat tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian. Dalam konferensi pers HUT ke-46 Dekranas, ia menegaskan produk kerajinan Indonesia memiliki peluang besar menembus pasar global, terutama jika mampu memenuhi tuntutan pasar terhadap aspek keberlanjutan.
Menurut Tri, tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" menjadi pengingat bagi para perajin untuk terus menghadirkan produk yang berkualitas, inovatif, dan ramah lingkungan.
"Pasar internasional kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Karena itu, perajin perlu menjaga kualitas sekaligus memastikan produknya ramah lingkungan agar diterima di pasar global," katanya.
Ia menambahkan, pameran HUT Dekranas tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah bagi para perajin untuk bertukar pengalaman, mempelajari tren terbaru, serta meningkatkan inovasi dan kualitas produk sehingga semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional. (iza/r)
Editor : Rafael B. Junior