Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Gubernur Kalbar Apresiasi Kontribusi PT DIB dalam Mendorong Ekonomi Pulau Penebang

Hanif • Senin, 13 Juli 2026 | 10:43 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan pada Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TSLB) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan pada Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TSLB) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

 

PONTIANAK POST Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi kontribusi PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengembang Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) karena telah berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.

Pernyataan ini disampaikan Ria Norsan pada Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TSLB) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Forum TSBLP/CSR menjadi sarana koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk menyinergikan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah. Melalui penyelarasan tersebut, pelaksanaan program CSR diharapkan semakin efektif, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian target pembangunan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2027. 

Baca Juga: Demo di Kantor PLN Pontianak, BPM Kalbar Desak Listrik Segera Pulih dan Warga Terdampak Diberi Ganti Rugi

Norsan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2025 meningkat menjadi 5,39 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,90 persen. Menurutnya, peningkatan ini didorong investasi di sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

"Tingkat kemiskinan di Kalbar turun ke angka 6,16 persen per Maret 2025, dari sebelumnya 6,32 persen pada tahun 2024," ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan dunia usaha terus diperkuat untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Norsan mendorong perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor ekstraktif dan berbasis sumber daya alam, untuk mengalokasikan sebagian program CSR bagi pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Pelayanan Cepat, Transparan, dan Responsif

Gubernur Kalbar secara khusus mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

PT Dharma Inti Bersama (DIB) merupakan pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Ia menilai keberadaan perusahaan di Pulau Penebang itu telah memberikan dampak nyata melalui penyerapan tenaga kerja serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

"Di Desa Pelapis, tadinya listrik menjadi beban masyarakat, sekarang dibantu oleh perusahaan. Demikian juga dengan bantuan beras untuk masyarakat," kata Norsan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kalbar Linda Purnama mengatakan komitmen CSR yang berhasil dihimpun dalam Forum TSLB tahun ini mencapai Rp17,9 miliar.

Menurut Linda, angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat terdapat lebih dari 100 perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Barat, terutama di sektor perkebunan, pertambangan, dan industri lainnya. (*)

Editor : Hanif
#ria norsan #Ekonomi #PT DIB #gubernur kalbar #Tenaga Kerja