PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan Karang Taruna harus menjadi organisasi yang mandiri, peduli terhadap persoalan sosial, dan mampu menguasai teknologi saat membuka Temu Karya Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (12/7/2026).
Menurut Norsan, Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ia menekankan organisasi tersebut harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung kepada pihak lain dalam menjalankan program kerjanya.
Baca Juga: Erlina Dorong Perajin Kalbar Perluas Pasar Digital
"Karang Taruna harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Sebagai organisasi sosial, tugas utamanya adalah hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan menjadi organisasi yang berorientasi pada keuntungan," ujarnya.
Norsan menambahkan, kedekatan Karang Taruna dengan masyarakat harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta kesiapan membantu ketika warga menghadapi kesulitan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di era digital agar generasi muda mampu meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.
"Generasi muda Karang Taruna harus menguasai teknologi dan tidak tertinggal informasi. Jadilah pemuda yang mampu menunjukkan kualitas melalui karya dan pengabdian nyata, bukan hanya pandai berbicara atau mengandalkan nama besar orang lain," pesannya.
Dalam kesempatan itu, Norsan mengucapkan selamat kepada Muhammad Farizi yang terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kalimantan Barat dan berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang lebih solid, profesional, serta bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya mengucapkan selamat kepada Saudara Muhammad Farizi. Semoga kepengurusan yang baru mampu membawa Karang Taruna Kalimantan Barat semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Caretaker Karang Taruna Kalimantan Barat, Sudirman, mengatakan Temu Karya menjadi puncak proses pembentukan kepengurusan definitif setelah menerima mandat dari Pengurus Nasional Karang Taruna sejak tahun lalu.
Baca Juga: Muhammad Farizi Siapkan Karang Taruna Kalbar Lebih Dekat dengan Masyarakat
"Alhamdulillah, hari ini seluruh proses dapat kita selesaikan. Ini menjadi titik awal bangkitnya kembali Karang Taruna Kalimantan Barat agar semakin aktif menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat," katanya.
Sudirman menjelaskan Muhammad Farizi ditetapkan sebagai calon tunggal setelah melalui tahapan pendaftaran dan verifikasi oleh Steering Committee hingga akhirnya dipercaya memimpin Karang Taruna Kalimantan Barat periode 2026–2031.
Temu Karya dihadiri perwakilan dari 12 kabupaten/kota, sementara Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi belum dapat berpartisipasi.
Ia berharap hasil Temu Karya menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di Kalimantan Barat.
Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Bahtiar Baseyang, mengajak seluruh jajaran Karang Taruna memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan sosial, pemberdayaan pemuda, dan ketahanan pangan.
"Karang Taruna tidak cukup hanya menjalankan administrasi organisasi. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan manfaat nyata melalui pengembangan kewirausahaan, peningkatan keterampilan pemuda, serta berbagai inovasi yang mampu memberi nilai tambah bagi komoditas dan potensi lokal," ujarnya.
Bahtiar berharap kepengurusan yang terbentuk secara demokratis mampu mengembalikan Karang Taruna Kalimantan Barat sebagai organisasi kepemudaan yang aktif, produktif, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (mrd)
Editor : Hanif